Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Seperti yang kita ketahui pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekumpulan manusia yang diwariskan dari satu genereasi ke generasi selanjutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan dan juga mengembangkan potensi di dalam diri peserta didik.

Dengan pertumbuhan kecerdasan dan potensi diri maka setiap anak akan memiliki ilmu pengetahuan, kreativitas, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang baik, mandiri dan juga agar memiliki rasa tanggungjawab. Ketika proses belajar dilakukan seorang diri, maka psikologi pendidikan tidak begitu dipentingkan, namun ketika pendidikan ditularkan dari seorang guru, maka psikologi pendidikan sangat dibutuhkan. Mungkin ada beberapa yang bertanya, psikologi pendidikan itu apa? Untuk mengetahuinya, simak ulasan di bawah ini.

Apa itu Psikologi Pendidikan?

Psikologi pendidikan adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang fokus mempelajari tentang cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Fokus kajiannya adalah perkembangan manusia secara psikologis yang berkaitan dengan pendidikan. Untuk lebih jelasnya berikut ruang lingkup kajian psikologi pendidikan. Psikologi menempatkan manusia sebagai obyek kajiannya dimana manusai adalah makhluk individu dan makhluk sosial.

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Dalam psikologi pendidikan dipelajari berbagai hal mengenai teknis hubungan baik antara guru, murid, dan lingkungan pendidikan dengan harapan terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif dan mendukung proses pendidikan itu sendiri.

Psikologi Pendidikan Menurut Para Ahli

Mungkin dengan penjelasan di atas sebagian dari Anda kurang paham dengan apa itu psikologi pendidikan. So, agar lebih memahami apa yang dimaksud dengan educational psychology, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

1. Arthur S. Reber (Syah, 1997 / hal. 12)

Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :

  • Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas.
  • Pengembangan dan pembaharuan kurikulum.
  • Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan.
  • Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif.
  • Penyenggaraan pendidikan keguruan.

2. Whiterington

Menurut Whiterington (1982), pengertian psikologi pendidikan adalah suatu studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

3. Alice Crow

Psikologi pendidikan adalah studi tentang belajar, pertumbuhan, kematangan seorang individu dan penerapan prinsip-prinsip ilmiah mengenai reaksi manusia yang mempengaruhi belajar mengajar.

4. Muhibin Syah

Psikologi Pendidikan merupakan sebuah fokus ilmu atau sebuah bagian dari ilmu psikologi yang membahas mengenai psikologi anak yang berlangsung di dalam dunia pendidikan.

5. Sultan Muhammad

Sultan Muhammad dalam Sudarwan Danim mendefinisikan psikologi pendidikan adalah aplikasi dari temuan psikologis di bidang pendidikan. Dengan demikian psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang perkembangan individu dalam lingkungan pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan disiplin ilmu terapan yang menggabungkan dua bidang yang berbeda, yaitu pendidikan dan psikologi. Psikologi pendidikan adalah studi ilmiah untuk memahami, memprediksi, dan mengarahkan perilaku peserta didik bagi usaha pencapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran.

Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan

Setelah mengetahui apa itu psikologi pendidikan, ada baiknya juga untuk mengetahui ruang lingkupnya. Secara umum, psikologi pendidikan mempelajari tingkah laku setiap orang dalam proses pendidikan, yaitu guru dan siswa. Secara umum, para ahli membatasi pokok bahasan dalam psikologi pendidikan ke dalam tiga hal, yaitu:

Belajar, yaitu pokok bahasan yang mencakup berbagai teori, prinsip-prinsip, karakteristik perilaku siswa, dan lain-lain.
Proses Belajar, yaitu pokok bahasan tentang tahapan perbuatan dan peristiwa dalam proses belajar siswa.
Situasi Belajar, yaitu pokok bahasan tentang suasana dan keadaan lingkungan, baik fisik maupun non-fisik terkait dengan aktivitas belajar siswa.

Menurut Samuel Smith, seperti yang dikutip oleh Sumadi Suryabrata (1984), ada 16 topik bahasan yang termasuk dalam ruang lingkup psikologi pendidikan, yaitu:

  • Pengetahuan mengenai psikologi pendidikan (the science of educational psychology).
  • Karakteristik pembawaan sejak lahir (heredity).
  • Lingkungan fisik (physical structure).
  • Perkembangan siswa (growth).
  • Semua proses tingkah laku (behavior process).
  • Hakikat dan ruang lingkup belajar (nature and scope of learning).
  • Semua faktor yang mempengaruhi proses belajar (factors that condition learning).
  • Semua hukum dan teori-teori belajar (laws and theoris of learning).
  • Pengukuran, yaitu semua prinsip dasar dan batasan-batasan pengukuran atau evaluasi (measurement: basic principles and definitions).
  • Transfer belajar, meliputi bidang studi (transfer of learning subject matters).
  • Semua sudut pandang praktis tentang pengukuran (practical aspects of measurement).
  • Ilmu statistik dasar (element of statistics).
  • Kesehatan rohani/ mental (mental hygiene).
  • Pendidikan yang membentuk karakter (character educations).
  • Pengetahuan psikologi mengenai bidang studi sekolah menengah (psychology of secondary school subjects).
  • Pengetahuan psikologi mengenai bidang studi sekolah dasar (psychology of elementary school subjects).

Teori Psikologi Pendidikan

Pendidikan memiliki tujuan untuk memberi pengaruh dalam proses belajar mengajar dimana didalamnya terdapat beberapa teori psikologi pendidikan. Psikologi di bidang pendidikan memiliki beberapa dasar teori yang menjadi landasan dan konsep dasar pelaksanaannya, diantaranya adalah:

Teori Behaviorisme

Menurut teori behaviorisme, belajar adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut merupakan dampak dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dapat diartikan bahwa belajar merupakan bentuk perubahan tingkah laku pada siswa dari interaksi terhadap stimulus. Seseorang dikatakan sudah belajar jika terdapat perubahan pada perilakunya.

Kemudian, dalam teori ini, konsep yang diutamakan adalah input atau stimulus yang diberikan seperti guru mengajarkan pada siswa cara membaca. Kemudian output yang merupakan hasil atau respon akibat dari stimulus, seperti siswa menjadi bisa membaca walaupun masih terbata- bata. Hal tersebutlah yang dikatakan belajar. Namun apabila pada outputnya siswa masih belum bisa membaca, maka proses tersebut belum dikatakan sebagai kegiatan belajar karena tidak ada hasil dari stimulus yang diberikan.

Teori Manajemen Operasional

Kegiatan operasional merupakan jenis jenis metode pembelajaran dimana perilaku akan dikendalikan konsekuensi yang bisa terjadi. Kunci dalam kondisi operasi tersebut berupa dukungan positif dan negatif serta hukuman positif dan negatif. Dukungan positif berupa memberikan sesuatu yang menggembirakan untuk sebuah perilaku, sedangkan dukungan negatif merupakan penghapusan akan sesuatu yang tidak menyenangkan sebagai sikap yang bisa diterima. Hukuman positif dipakai untuk mengurangi perilaku yang tidak nyaman dan perilaku negatif dipakai untuk mengurangi perilaku tidak menyenangkan dengan mengambil sesuatu yang menyenangkan.

Teori Harmonik Klasik

Teori ini melibatkan pembelajaran perilaku baru melalui proses yang terus menerus. Dalam teori harmonik klasik terdapat tiga tahap, yaitu;

  • Tahap 1, Sebelum Kondisi; rangsangan dari lingkungan menghasilkan respon yang belum dipelajari dan terdapat respon yang belum pernah terpikirkan.
  • Tahap 2, Selama Penyesuaian; rangsangan dari lingkungan tidak menghasilkan respon terhadap rangsangan yang sudah diketahui.
  • Tahap 3, Setelah Remediasi; proses terbentuknya respon baru.

Teori Kognitif

Teori kognitif memfokuskan perubahan proses mental dan struktur yang terjadi sebagai hasil dari upaya untuk memahami sekitar. Teori kognitif dugunakan untuk proses pembelajaran yang sederhana seperti mengingat nomor telepon dan lainnya. Kemudian, teori kognitif memiliki empat pronsip dasar :

  • Siswa aktif untuk mendapatkan pemahaman tentang pengetahuan yang diberikan.
  • Pengembangan pengetahuan tergantung terhadap apa yang sudah mereka pelajari.
  • Belajar membangun pengalaman.
  • Belajar merupakan perubahan struktur mental seseorang.

Teori Koneksionisme

Teori koneksionisme dikembangkan oleh Edward L. Thorndike (1878- 1949) dan dikenal dengan teori stimulus – respon. Menurutnya, dasar belajar merupakan asosiasi dari stimulus dan respon. Stimulus akan memberikan pesan pada panca indera lalu memberikan respon dengan perilaku. Asosiasi seperti hal tersebut disebut koneksi. Prinsip itulah yang disebut koneksionisme.

Teori Gestalt

Di dalam teori Gestalt dijelaskan bahwa proses kognitif terjadi melalui pengaturan pesan atau pola yang saling terkait dengan komponen sehingga menjadi satu kesatuan. Menurut teori ini, umumnya orang cenderung melihat hal-hal di sekitarnya secara menyeluruh.

Manfaat Psikologi Pendidikan

Sebuah pendidikan dibuat tentunya memiliki manfaat dalam kehidupan. Sama halnya seperti psikologi pendidikan juga memiliki manfaat. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut ini:

  • Memahami perbedaan peserta didik

Karakteristik siswa didik tentunya akan berbeda – beda pada setiap anak dan sangat penting bagi pendidik untuk mempunyai pemahaman mengenai perbedaan psikologi anak tersebut, terutama pada berbagai tingkat perkembangan dan perkembangan anak agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif serta efisien, dengan mengetahui berbagai teori belajar menurut para ahli.

  • Teknik Pembelajaran yang Tepat

Selanjutnya adalah psikologi pendidikan bisa membantu anda sebagai pengajar untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dan tepat. Sehingga sebagai seorang pengajar maupun calon pengajar harus memiliki bekal dasar dalam menilai teknik pembelajaran yang efektif, yang sekiranya bisa digunakan dan diterapkan dalam keadaan tertentu. Terutama jika keadaan karakteristik siswa berbeda-beda, karena ada Macam-macam Kecerdasan Manusia.

  • Terhindar dari salah penilaian

Seorang pengajar yang mempelajari psikologi pendidikan akan memiliki kemampuan dalam menilai siswa dengan adil dan sesuai kaidah. Terkadang dalam praktik penilaian (evaluasi) seorang pengajar bisa saja menjadi subjektif atau hanya terpaku pada siswa yang menonjol saja akan tetapi hal ini berakibat buruk pada kelanjutan perkembangan peserta didik. maka dari itu mempejari psikologi pendidikan membuat seorang pengajar mampu mendalami dan mengerti kemampuan masing-masing siswanya. Sehingga kejadian pilih kasih dalam penilaian tidak akan terjadi dan penilaian secara adil bisa terwujud.

  • Evaluasi Hasil Belajar

Tugas utama guru atau pendidik yaitu mengajar di dalam kelas dan memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya sesuai dengan subjek atau pelajaran yang diampu. Kemudian, melakukan evaluasi dari hasil pengajaran yang sudah dilakukan setiap harinya. Dengan mempelajari psikologi pendidikan diharapkan agar pendidik mampu memberikan penilaian dan evaluasi untuk kemampuan siswa. Sudah sampai mana siswa mengerti dan memahami pelajaran yang anda berikan bisa lewat psikologi pendidikan.

  • Menciptakan iklim yang kondusif

Apabila pendidik memiliki pemahaman yang baik tentang tempat belajar yang digunakan, hal itu akan sangat membantu untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menciptakan materi belajar yang akan mendukung proses belajar mengajar agar efektif. Untuk itu diperlukan pengetahuan akan prinsip – prinsip yang tepat dalam proses belajar mengajar serta bagaimana melakukan pendekatan yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Psikologi pendidikan merupakan suatu ilmu yang meneliti perkembangan manusia secara psikologis yang berkaitan dengan pendidikan. Ini adalah hal yang sangat perlu untuk diterapkan, sehingga setinggi apapun pendidikan yang diperoleh manusia tetap bisa terarahkan. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Sampai jumpa.

 

Related Posts