Dalam sebuah komputer, terdapat sistem operasi dan perangkat lunak yang dipasang agar sebuah komputer dapat berfungsi dengan baik. Sebuah perangkat lunak untuk komputer biasanya berbayar. Misalnya saja, jika anda menggunakan sistem operasi Windows, yang juga terinstall Ms Ofice di dalamnya, sistem operasi dan perangkat lunak tersebut merupakan perangkat lunak berbayar.

Anda perlu membayar pihak pembuatnya terlebih dahulu sebelum dapat menggunakannya secara legal. Perangkat lunak ini tentu saja ada yang membuat dan mendistribusikannya sehingga sangat berkaitan sekali dengan yang namanya lisensi. Lisensi digunakan untuk melindungi hak cipta dari perangkat lunak tersebut, sehingga karya seseorang lebih dihargai.

Dalam dunia komputer, tidak akan lepas dari penggunaan perangkat lunak alias software. Ini merupakan salah satu bagian penting dari komputer itu sendiri. Software sendiri adalah istilah khusus untuk data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer atau aplikasi. Dengan kata lain, software merupakan bagian sistem komputer yang tidak berwujud.

Pembuatan software memerlukan bahasa pemrograman yang ditulis oleh programmer untuk selanjutnya di kompilasi dengan aplikasi kompiler sehingga menjadi kode yang bisa dikenali oleh mesin hardware. Jika berbicara mengenai software maka kita harus mengetahui bagian-bagian dari software itu tersebut. Dari cara memperolehnya (harga beli dan legalitas), software dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu freeware, shareware dan open source.

1. Freeware

Apakah anda pernah mendengar istilah Freeware? Freeware adalah suatu software atau aplikasi yang dapat digunakan oleh semua orang tanpa membayar. Singkat kata, freeware adalah aplikasi gratis. Namun meskipun gratis, pada dasarnya pembuatnya memiliki kebijakan tertentu yang umumnya disertakan ketika anda mendownload freeware tersebut di situs tempat anda mendownload freeware tersebut.

Tentu saja kebebasan ini bukan berarti kita tidak membayar dan bebas lisensi, namun anda harus mengikuti apa yang diinginkan oleh sang pembuat software, diantaranya tidak menggunakannya untuk kepentingan komersial dan tidak boleh dimodifikasi dalam bentuk apapun. Lalu jika anda sebagai pengguna tidak membayarnya, lalu apa tujuan si pembuat freeware?

Tujuan yang jelas adalah untuk mempromosikan softwarenya tersebut. Baik promosi untuk diri sendiri (programmer perorangan) atau promosi produk (untuk developer). Tujuan yang lain adalah untuk mendapatkan masukan dari pengguna dan ada pula yang bertujuan untuk membobol sistem seseorang (hacker). Beberapa contoh Freeware adalah Paint.net, Rocket Dock, Ccleaner.

Karena softwatre ini bersifat freeware, maka software ini tanpa batasan jumlah dan waktu dalam pemakaiannya. Konten freeware itupun sendiri beragam, yaitu berupa aplikasi (software), dokumen, source code, engine web (wordpress, CMS, PHPBB). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis untuk disumbangkan kepada komunitas dengan tetap mempertahankan hak mereka sebagai pengembang, serta memiliki hak kontrol terhadap pengembangan selanjutnya.

Bila para pemrogram telah memutuskan untuk berhenti mengembangkan produk software-nya, biasanya mereka akan memberikan source code-nya kepada pemrogram lain atau mengedarkan source code itu kepada masyarakat umum dan menjadikan software tersebut sebagai Freeware (Free Software atau Open Source).

2. Open Source

Adalah sebuah label atau lisensi pengembangan yang pengelolaannya tidak dikoordinasi serta dikontrol oleh seorang individu atau sebuah lembaga pusat saja. Open source dikoordinasi oleh pengguna yang saling bekerja sama dalam penggunaan source code (kode sumber) yang tersedia bebas dan dapat diakses atau dimodifikasi oleh siapa pun.

Maka demikian, setiap orang dapat menggunakan suatu program berlabel open source secara gratis. Dan bahkan jikalau program tersebut dirasa kurang atau memerlukan fitur tambahan, maka siapa saja termasuk anda dapat memodifikasinya serta ikut berkontribusi membuat program tersebut agar menjadi lebih baik.

Intinya, sebuah sistem operasi maupun perangkat lunak yang memakai label atau lisensi open source pastinya selalu membebaskan penggunanya untuk berkreasi sesuka hati tanpa adanya intervensi untuk mempelajari, mengubah, mengutak-atik, menambah bagian tertentu, memperbaiki atau menyatakan bahwa sebuah program open source memiliki kesalahan.

Contoh Software Open Source

Berikut ini merupakan beberapa contoh open source software yang populer, diantaranya seperti di bawah:

  • Linux, merupakan software sistem operasi yang gratis dan sangat populer.
  • XAMPP, merupakan paket software yang berguna untuk simulasi dan pengembangan web, termasuk juga di dalamnya
  • Apache dan MySQL (database).
  • Mozilla Firefox, merupakan software yang berguna untuk menjelajahi halaman web di internet.
  • OpenOffice, merupakan paket software perkantoran yang berguna untuk mengolah kata, tabel dan database.
  • osCommerce, merupakan software aplikasi web yang digunakan untuk toko online.
  • ClamAV & ClamWin, merupakan software antivirus.
  • Audacity, merupakan software perekam sekaligus pengolah audio.
  • GIMP, merupakan software pengolah foto dan juga gambar digital.
  • VideoLAN, merupakan software pemutar file multimedia.
  • Blender, merupakan program untuk pembuatan model 3 (tiga) dimensi, misalnya seperti animasi dan game.
  • Filezilla, merupakan softwere jaringan yang berfungsi untuk transfer file via protokol FTP pada jaringan komputer atau jaringan internet.
  • Mplayer, merupakan ssoftware pemutar musik yang berbasis open source.

Software seperti ini dapat didownload secara gratis dan source code nya dibuka untuk publik, sehingga untuk anda yang mengerti dan berniat untuk melakukan modifikasi software anda bisa memodifikasi dan berkreasi dengan sourcenya, tapi jika anda ingin mendistribusikan atau mempublikasikan hasil karya anda dengan source kode software yang anda edit dengan syarat tertentu, misalnya dengan tetap mempertahankan nama softwarenya atau memasang creditnya.

Tujuan pembuatan software open source biasanya bukan untuk tujuan komersil (untuk uang) tetapi lebih ke tujuan sosial bagaimana sebuah software dapat bermanfaat bagi para penggunanya atau pemakainya. Biasanya hal yang memiliki jenis open source banyak terbagi di OS, Browser, contoh software/aplikasi yang menggunakan license Open Source : Audacity, Lantern.

3. Shareware

Shareware ialah perangkat lunak yang mengizinkan orang-orang untuk meredistribusikan salinannya, tetapi mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi. Shareware bukan perangkat lunak bebas atau pun semibebas. Ada dua alasan untuk hal ini, yakni:

  • Sebagian besar shareware, kode programnya tidak tersedia. Jadi anda tidak dapat memodifikasi program tersebut sama sekali.
  • Shareware tidak mengizinkan seseorang untuk membuat salinan dan memasangnya tanpa membayar biaya lisensi, tidak juga untuk orang-orang yang terlibat dalam kegiatan nirlaba. Dalam prakteknya, orang-orang sering tidak mempedulikan perjanjian distribusi dan tetap melakukan hal tersebut, tapi sebenarnya perjanjian tidak mengizinkannya.

Shareware ini bertujuan sebagai uji coba suatu software sehingga para pengguna bisa mengetahui software ini sebelum membelinya. Setelah masa uji coba selesai, software bisa saja terkunci dan tidak bisa dipakai lagi atau masih bisa digunakan tetapi hanya bisa beberapa menit lalu di minta untuk membeli softwarenya. Shareware masih dibatasi oleh hak cipta. Contoh shareware adalah StyleXP, Window Blinds dan WinRar.

Istilah lain Shareware adalah Trialware atau Demoware. Artinya, anda dapat mencobanya terlebih dahulu sebelum membeli. Fitur-fitur pada software Shareware sering belum mencerminkan keseluruhan fitur yang akan didapatkan, daripada ketika pengguna telah membeli software tersebut.

Namun, beberapa Shareware telah memberikan semi fiturnya. Umumnya, software Shareware hanya bisa dijalankan pada periode waktu tertentu atau dibatasi dengan jumlah pengguna tertentu dan setelah itu software tersebut akan terkunci. Bila merasa tidak suka dan tidak ingin menggunakan software Shareware tersebut, pengguna dapat segera menghapus program tersebut dari komputer.

Namun, apabila merasa cocok dan ingin terus menggunakannya, pengguna dapat membeli software aplikasi tersebut untuk memperoleh serial number nya. Untuk menggunakan serial number, pengguna harus memasukannya ke software Shareware. Jika telah valid, software yang tadinya terkunci akan terbuka dan dapat digunakan tanpa batasan.

Baik program Freeware maupun Shareware banyak bertebaran di internet, bahkan jumlahnya mencapai ribuan. Di satu sisi, hal ini menguntungkan penggunanya, tetapi di sisi lain juga menimbulkan kekhawatiran karena banyak program Freeware atau Shareware yang memiliki kualitas tidak sempurna dan sering disisipi Adware, Cokies.

Setiap software yang anda gunakan tentu saja diciptakan dengan tujuan untuk memudahkan anda dalam melakukan sesuatu. Tentu saja beberapa software ada yang gratis dan berbayar jika anda ingin menggunakannya. Maka untuk itu demikianlah informasi diatas mengenai Freeware, Shareware Dan Open Source. Semoga informasi diatas memberi manfaat bagi pembaca.

Related Posts