Pernahkah kamu melihat fenomena lubang di permukaan bumi yang dalam? Yah fenomena itu disebut sebagai Sinkhole atau Lubang runtuhan. Sinkhole merupakan sebuah lubang besar, yang terjadi secara tiba-tiba akibat amblasnya permukaan tanah. Terjadinya pengikisan air ke dalam tanah yang mengakibatkan tanah longsor ke dalam. Lubang runtuhan atau sinkhole adalah depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan.

Lubang runtuhan memiliki ukuran yang bervariasi dari kurang dari satu meter sampai ratusan meter dalam diameter dan kedalamannya. Bahkan sinkhole juga tidak bergantung dari jenis lapisan tanah dan bantalan batuan di atasnya. Pembentukan lubang runtuhan ini dapat terjadi berangsur-angsur atau secara mendadak dan dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia. Lalu apa sebenarnya penyebab utama dari fenomena sinkhole ini?

Penyebab Terjadinya Sinkhole

Sinkhole muncul ketika sepetak tanah runtuh dan meninggalkan jejak seperti kawah di permukaan Bumi. Fenomena lubang runtuh terjadi pada apa yang dikenal sebagai ‘lapisan karst’ yaitu lapisan tanah dimana terdapat batuan dasar (seperti batu gamping atau gipsum) bisa dilarutkan dengan air. Pada awalnya ada sebuah retakan kecil karena sesar dan kekar kemudian membentuk lubang, akibat masuknya air.

Hal ini biasanya terjadi pada daerah yg tersusun oleh batu gamping. Karena adanya aliran bawah tanah, maka akan muncul rongga karena bagian bawah terjadi erosi oleh aliran sungai bawah tanah. Adanya proses erosi yang disebabkan oleh air pada masa batuan di bawah tanah.  Batuan akan berongga dan tidak sanggup untuk menopang beban di atasnya.

Biasanya terjadi di formasi batuan gamping, yang mana batuan tersebut tererosi secara perlahan. Dan pada batuan yang mudah larut seperti kapur, karbonat dan garam. Ketika air tanah mengalir melalui batuan ini, air menggerogoti batuan ini dan menyisakan lubang di bawah tanah dan gua. Sinkhole juga dapat dipicu oleh beban berlebih yang sering disebabkan hujan deras atau banjir.

Saat air keluar dari rongga batu kapur, tekanan yang menopang material di permukaan tanah juga hilang. Karenanya, lapisan atas bisa tiba-tiba amblas. Level air yang ada di atasnya turun dan membuat tanah yang ada di atasnya menjadi turun dan saat itu pula terjadinya sebuah fenomena alam yang di sebut sinkhole Namun anda perlu tahu, bahwa Sinkholes juga dapat dipicu oleh perbuatan manusia.

Saat ini penggunaan lahan, terutama dari pemompaan air tanah dan dari praktek pembangunan dan pengembangan pemukiman.  Sinkholes juga dapat terbentuk ketika pola air drainase alami berubah menjadi pola drainase modern. Beberapa lubang-lubang pembuangan terbentuk ketika permukaan tanah berubah, seperti ketika industri dan kolam penampung limpasan penyimpanan diciptakan.

Pada masyarakat urban, penggunaan pompa air tanah sudah menjadi kebiasaan untuk mendapatkan air bersih, selain air PAM. Kegiataan ini lama-kelamaan akan membuat cadangan air tanah berkurang. Selain pemompaan air tanah secara berlebihan, konstruksi bangunan modern yang semakin meminimalkan kawasan terbuka sebagai cathment area, juga berperan banyak dalam penyusutan cadangan air tanah di perut bumi.

Berkurangnya cadangan air tanah ini, menyebabkan ruang kosong pada lapisan akuifer yang berperan seperti spons yang dapat menahan air dan terletak di antara dua lapisan yang kedap air. Kekosongan ini, pada kawasan tertentu dapat mempercepat terjadinya penurunan tanah, bahkan dalam skala luas dapat menyebabkan sinkholes.

Jenis Sinkholes

Ada 3 jenis sinkholes menurut genesa pembentukkannya secara Alami yaitu Dissolution Sinkholes, Cover-Subsidence Sinkhole dan Cover Collapse Sinkholes.

  • Sinkhole pelarutan (dissolution). Fenomena ini terjadi setelah batuan dasar mulai larut dan terkikis sehingga akan membentuk pola drainase di sendimen permukaan. Sinkhole ini akan terbentuk setelah air hujan turun menentuk genangan air dan lahan basah.
  • Sinkhole Amblesan Berpenutup (cover-subsidence sinkhole) terjadi dalam kasus di mana batuan dasar ditutupi dengan pasir, atau jenis lain dari lapisan permeabel, permukaan akan runtuh pada saat yang sama ketika lubang terbentuk. Seperti pasir dalam jam pasir, permukaan akan jatuh untuk mengisi ruang bawah persis seperti yang dibuat oleh batuan dasar pada fenomena geologi ini.
  • Sinkhole runtuhan-berpenutup (cover-collapse sinkholes) adalah yang paling menakutkan dan berbahaya dari 3 jenis sinkholes, hal itu karena permukaan tetap utuh sementara sebuah lubang terus menggerogoti integritas membentuk lubang yang dalam dan besar. Hal ini tentu menjadi bahaya besar karena fenomena geologi ini akan menipu seseorang yang berjalan di atas sinkhole ini.

Daerah Yang Berpotensi Terjadinya Sinkhole

Sinkhole kebanyakan terjadi pada daerah yang berada di atas permukaan batu kapur yang bisa menampung banyak air di aquifer, yaitu lapisan dimana air dapat mengalir di bawah tanah.

Nah seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang juga bersamaan dengan pembangunan gedung atau bangunan lain juga meningkat ditempat dimana air mengalir (hydrological regime) sehingga air yang seharusnya mengalir ke suatu wilayah malah dibelokan dan terakumulasi di suatu tempat. Hal ini memungkinkan terjadinya sinkhole, akibat pengikisan air ke dalam tanah atau bisa juga karena pengambilan air bumi yang secara terus-menerus (dalam jumlah besar) dilakukan.

Akibat Yang Ditimbulkan Oleh Sinkhole

Fenomena munculnya sinkhole (lubang runtuhan) yang terjadi dimana-mana di seluruh dunia, merupakan tanda kemurungan bumi yang mencoba ditunjukkan kepada manusia yang terus merongrong dan mengaduk-aduk perut bumi. Proses pembentukan sinkhole secara teori dapat memicu amblesnya lahan dan membahayakan manusia ataupun properti, bahkan dapat menimbulkan kerugian besar bagi manusia. Seperti halnya kerugian yang didapatkan oleh National Corvette Museum.

Fenomena apa yang sedang terjadi ketika tiba-tiba lantai National Corvette Museum di Bowling Green, Kentucky, Amerika Serikat amblas. Amblasnya lantai itu membuat lubang besar (sinkhole) hingga menelan 8 mobil Chevrolet Corvette bernilai miliaran rupiah. Hal itu diungkapkan oleh cnn.com. Para petugas museum yang langsung datang ke lokasi menemukan lubang besar yang telah meruntuhkan bagian lantai dan menelan 8 mobil sedan super.

Sinkhole itu lebarnya seperti dikutip dari laman corvettemuseum.org, mencapai 40 kaki dengan kedalaman hampir 30 kaki. Petugas museum menyebutkan, struktur di lokasi sebenarnya tak mempunyai ruang bawah tanah. Hingga kini kerugian akibat munculnya fenomena sinkhole yang menelan 8 mobil sedan ini masih belum bisa dihitung. Kedelapan mobil yang ikut terjun itu terdiri dari 6 mobil milik National Corvette Museum, sementara dua unit lainnya merupakan pinjaman dari General Motors.

Upaya Menghindarkan Kerugian Sinkhole

Terlepas dari akibat yang ditimbulkan oleh sinkhole, Ternyata terdapat beberapa fenomena sinkhole yang kejadiannya tidak berbahaya sebagaiman yang terlihat. Efek mereka dilokalisasi dan begitu mereka muncul, mereka dapat ditangani dengan aman. Namun, ini bukan untuk mengatakan bahwa sinkhole aman dengan cara apapun. Nah berikut upaya untuk menghindarkan kerugian akibat fenomena Sinkhole ini.

  • Melakukan pengamatan (survey) geofisika bawah permukaan, baik survey geolistrik, elektromagnetik, gravitasi dan lain-lain.
  • Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai bencana geologi sinkhole, agar dapat memecahkan permasalahan ini dengan baik.
  • Selain itu, diperlukannya suntikan semacam material ke dalam lubang, untuk membangun kembali fondasi di batuan yang telah terdegradasi (batuan yang menurun).

Kesimpulan

Gimana sudah jelaskan ulasan mengenai fenomena Sinkhole? Yah seperti yang sudah dibahwa bahwa Sinkhole ialah lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan. Nah proses dari Sinkhole ini pun secara teori dapat memicu terjadinya amblesan lahan dan membahayakan manusia ataupun properti, kontruksi teknik diatas.

Selain merugikan ternyata ada beberapa fenomena sinkhole yang dimanfaatkan, seperti halnya digunakan untuk tempat pembuangan berbagai bentuk limbah. Dan jika sinkhole yang terhubung dengan gua dapat juga dimanfaatkan air tanahnya dengan memasangkan selang atau wadah yang dialorkan ke daerah pemukiman. Untuk itu demikianlah pembahasan pada hari ini, semoga ulasan diatas memberi manfaat bagi pembaca.

Related Posts