Pernahkah Anda memandang langit pada malam hari? Apa yang Anda lihat? Ketika pertanyaan seperti itu ditanyakan kepada kita maka jawaban yang pertama kita katakan adalah memandang bintang. Seperti yang kita ketahui, terdapat banyak cahaya bintang yang terpancar dari lagit ketika malam tiba. Bintang meupakan salah satu bagian dari tata surya. Apa itu tata surya? Untuk mengetahui jawabnya, ikuti terus artikel ini ya.

Pengertian Tata Surya

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari (bintang), planet-planet, satelit alam, meteor, asteroid, dan komet yang berputar mengelilingi matahari (berevolusi). Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

Matahari menjadi pusat tata surya karena semua benda langit berputar mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elips. Dalam setiap revolusinya anggota tata surya pada suatu saat berada dekat dengan matahari. Titik terdekat dengan matahari disebut perihelium dan titik terjauh disebut aphelium. Semua benda langit dalam sistem tata surya berputar mengelilingi matahari karena matahari memiliki gaya gravitasi paling besar.

Asal-usul Tata Surya

Dari mana sih tata surya itu berasal? Bagaimana tata surya itu terbentuk? Sampai saat ini, ada banyak hipotesis tentang asal usul tata surya telah dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah:

1. Teori Nebula

Teori merupakan salah satu teori yang menyebutkan terbentuknya tata surya yang pertama kali dikemukakan Emanuel Swedenborg (1688–1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724–1804) pada tahun 1775. Pada tahun 1796 Pierre Marquis de Laplace mengembangkan hipotesis serupa secara independen. Hal ini membuat hipotesis ini lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, tata surya masih berupa kabut raksasa.

Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari.

Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka.

2. Teori Planetisimal

Teori Planetisimal adalah salah satu teori yang menerangkan tentang proses pembuatan Tata Surya. Teori ini dicetuskan oleh seorang astronom bernama Forest Ray Moulton dan seorang geolog bernama Thomas C. Chamberlin dari Universitas Chicago, yang kemudian namakan teori mereka ini dengan nama Teori Planetisimal.

Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari. Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan daya pasang di bagian gas Matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai mengorbit. Karena daya tarik Matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya kemudian berubah menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang ada sekarang, termasuk Bumi.

3. Teori Pasang Surut Bintang

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Buffon (1707-1788). Menurut Buffon tata surya berasal dari materi matahari yang terhempas setelah bertabrakan dengan komet. Teori ini kemudian diperbaiki oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919). Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari.

Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

4. Teori Bintang Kembar

Teori yang satu ini dikemukakan oleh R.A Lyttleton, yang menyatakan bahwa galaksi kita berisi banyak kombinasi bintang kembar. Matahari mempunyai bintang kembaran, dimana bintang kembaran matahari tersebut meledak, menjadi unsur-unsur gas, mendingin dan membentuk planet-planet dan satelit-satelitnya yang mengelilingi matahari dan membentuk tata surya.

5. Teori Protoplanet

Teori ini dikemukakan oleh Carl Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di sekitar matahari terdapat kabut gas yang membentuk gumpalan-gumpalan yang secara evolusi berangsur-angsur menjadi gumpalan padat. Gumpalan kabut gas tersebut dinamakan protoplanet.

Susunan Tata Surya

Tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari (bintang), planet-planet, satelit alam, meteor, asteroid, dan komet yang berputar mengelilingi matahari (berevolusi). Susunan benda langit dalam tata surya adalah:

1. Matahari

Matahari adalah bintang induk tata surya dan merupakan komponen utama sistem tata surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik. Ini merupakan bola raksasa yang terbentuk dari gas hidrogen dan helium.

Seluruh komponen tata surya termasuk 8 planet dan bulan masing-masing, planet-planet kerdil, asteroid, komet, dan debu angkasa berputar mengelilingi matahari. Jarak matahari dan bumi kurang lebih 150 juta kilimeter. Suhu permukaan matahari mencapai 6000 C. Menurut ilmu pengetahuan dan sejarah terbentuknya matahari, matahari terbentuk 4,6 miliar tahun yang lalu.

Matahari terbentuk akibat dari peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Peluruhan gravitasi dari molekul awan besar tadi terpecah menjadi sebagian seperti cakram yang nantinya menjadi sistem tata turya. Sebagian besar materi dari molekul awan besar tadi berkumpul di tengah.

Bagian-bagian Matahari

  • Inti matahari
  • Zona radiasi
  • Zona konvetif
  • Photosphere
  • Cromosphere
  • Zona transisi matahari
  • Korona
  • Heliosphere

2. Planet-planet

Planet adalah benda langit yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. Cahaya planet merupakan pantulan dari cahaya matahari. Kedudukan planet-planet dengan bintang-bintang tidak tetap. Setiap planet mampunyai periode rotasi dan revolusi yang berbeda-beda. Planet dikelompokkan dalam dua kategori yaitu : planet dalam dan planet luar. Planet dalam yaitu merkurius, venus, bumi dan mars, sedangkan planet luar yaitu yupiter, saturnus, uranus dan neptunus. Adapun nama-nama planet adalah sebagai berikut:

  • Merkurius

Merkurius (0,4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.

Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin surya. Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa dan perkembangan (“akresi”) penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.

  • Venus

Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari. Venus memiliki jarak terhadap matahari tidak tetap. Jarak rata-rata antara Venus dengan matahari adalah 108 juta km. Diameter Venus mencapai 12.100 km, sedangkan massanya sekitar 0,815 kali massa bumi. Periode rotasinya adalah 243,2 hari, sedangkan periode revolusinya adalah 225 hari. Bentuk planet ini mirip Bumi dengan permukaan berupa awan tebal dengan suhu permukaan C. Komposisi pembentuk planet ini terdiri atas besi dan unsur berat lain.

  • Bumi

Ini merupakan planet ketiga terdekat ke matahari dan juga merupakan satu-satunya planet yang ditinggali oleh makhluk hidup. Udara yang mengelilingi Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% gas-gas lain. Air di Bumi hampir 96% tersusun dari hidrogen dan oksigen. Bagian gunung berapi, batuan endapan, dan batuan metamorfik serta tanah. Bumi memiliki 1 buah satelit yaitu bulan.

  • Mars

Dalam sejarah Romawi, nama planet ini merupakan nama dari dewa perang yaitu Mars. Secara visual dan dilihat dari Bumi, Planet Mars berwarna kemerah – merahan. Sehingga Planet Mars sering dijuluki sebagai Planet Merah. Planet ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan bumi. Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.

  • Jupiter

Jupiter adalah planet terbesar dalam tata surya. Mempunyai jarak rata-rata dari matahari 778,3 juta km. Diameternya 14.980 km dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Periode rotasinya 9,8 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 11,86 tahun. Atmosfer Jupiter mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ), amonia (NH ). Suhu dipermukaan berkisar C. Jupiter memiliki 16 satelit.

  • Saturnus

Planet yang satu ini dikenal dengan sistem cincinnya yang memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di tata surya.

Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja. Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.

  • Uranus

Uranus memiliki jarak rata-rata dengan matahari 2.875 juta km. Diameternya 51.118 km dan memiliki massa 14,54 massa bumi. Periode rotasinya 17,25 jam, sedangkan periode revolusinya 84 tahun. Bentuk planet ini mirip dengan bulan dengan permukaan berwarna hijau dan biru, dibungkus atmosfer yang mengandung hidrogen (H), helium (He), metana (CH ), dan etana. Suhu atmosfer C dan suhu intinya mencapai C. Uranus memiliki 15 satelit.

  • Neptunus

Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.  Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair. Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.

3. Satelit

Sedangkan secara ilmiah, satelit adalah suatu benda yan bergerak mengitari benda lain (biasanya lebih besar) dalam jalur yang dapat diprediksi yang disebut orbit, atau singkatnya setiap benda angkasa yang bergerak mengitari sebuah planet membentuk jalur lingkaran atau eliptikal.

Satelit sendiri secara sederhana dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

  • Satelit Alami. Satelit yang memang berasal dari alam, contoh sederhananya adalah bulan yang menjadi satelit alami bagi bumi. Bumi dan planet-planet lain dalam tata surya kita juga menjadi satelit alami dari matahari.
  • Satelit Buatan. Satelit yang dibuat oleh manusia ditempatkan disuatu orbit menggunakan kendaraan peluncur untuk fungsi tertentu, untuk komunikasi, pemetaan, monitor cuaca dan lain sebagainya. Contohnya seperti satelit Palapa, Telkom, Garuda, Indostar dan banyak lainnya.

4. Komet

Komet merupakan salah satu benda langit. Benda ini juga sering disebut sebagai bintang berekor. Komet adalah bintang berekor yang bergerak bebas di luar angkasa, sesekali peredaran komet ini melintas di sebelah planet Bumi sehingga dilihat oleh manusia dalam kurun waktu tertentu. Kata komet berasal kata Kometes yang merupakan bahasa Yunani yang berarti “rambut panjang”.

Komet terbentuk dari kumpulan debu dan gas (metana, karbon dioksida, air) yang membeku ketika berada jauh dari matahari. Ekor komet terbentuk karena terjadi penguapan pada sebagian materi penyusun komet ketika mendekati matahari. Komet termasuk ke dalam sistem tata surya karena komet juga mengelilingi matahari.

Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

  • Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
  • Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati matahari setiap 3,3 tahun sekali.

5. Asteroid

Asteroid merupakan suatu benda astronomi yang memiliki bentuknya berwujud pecahan kecil lalu melakukan peredaran pada lintasan yang letaknya berada di antara orbit dari planet mars dan juga yupiter. Proses membentuk asteroid ini dilakukan secara bersamaan dengan proses membentuk planet serta susunannya.

Asteroid adalah benda langit yang jumlahnya banyak. Namun dibalik jumlahnya yang banyak ini ternyata asteroid juga terdiri dari berbagai jenis. Beberapa jenis asteroid ini dikelompokkan berdasarkan orbit dan juga komposisi penyusun. Adapun beberapa jenis asteroid yang ada di tata surya kita antara lain sebagai berikut:

  • Jenis C (karbon yang kabu- abuan), merupakan asteroid yang tersusun atas tanah liat serta batuan silikat. Asteroid ini kebanyakan berada di luar sabuk utama.
  • Jenis S (asteroid silicaceous), merupakan asteroid yang terbuat dari bahan besi dan nikel. Kaebanyakan mendominasi sabuk dalam.
  • Jenis M (asteroid metalik), merupakan asteroid yang tersusun atas besi dan nikel yang berwarna kemerah- merahan. Kebanyakan berada di tengah sabuk utama.
  • Jenis V Merupakan asteroid yang tersususn atas bataun basaltik dan kerak vulkanik.

6. Meteor dan Meteorid

Meteor adalah benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi yang pada saat menembus atmosfer terbakar sehingga timbul nyala yang terlihat dari bumi. Meteorit adalah meteor yang jatuh ke permukaan bumi. Berdasarkan materi yang terkandung di dalamnya, meteorit di bedakan menjadi dua yaitu :

1. Meteorit besi : terdiri 90% zat besi dan 10% nikel
2. Meteorit batu : terdiri 10% besi dan nikel dan lainnya berupa silikon

Nah, itulah penjelasan mengenai tata surya serta susunan-susunannya. Seperti yang telah dijelaskan diatas yang mengatakan bahwa tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari (bintang), planet-planet, satelit alam, meteor, asteroid, dan komet dan yang menjadi pusat tata surya adalah matahari. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan bagi Anda. See you.

Related Posts