Siapa sih yang tidak tau fenomena alam? Atau mungkin Anda pernah menyaksikan salah satu dari fenomena alam? Fenomena alam merupakan peristiwa non-artifisial dalam pandangan fisika dan kemudian tak diciptakan oleh manusia, meskipun dapat memengaruhi manusia (mis. bakteri, penuaan, bencana alam).

Ada banyak fenomena alam yang pernah terjadi, salah satunya adalah fenomena alam Aurora. Ini merupakan jenis fenomena alam yang terjadi di langit. Bagi Anda yang baru mendengar fenomena yang satu ini, ikuti terus artikel ini ya.

Pengertian Aurora

Aurora merupakan gejala alam dimana terlihat cahaya yang menari-nari indah dilangit dengan berbagai warna. Aurora adalah gejala alam yang biasanya terjadi di daerah kutub, baik kutub selatan maupun utara. Walaupun begitu, aurora sendiri seringkali terlihat didaerah atas pegunungan tropis, namun aurora jenis ini sangat jarang terjadi.

Aurora merupakanfenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).

Baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata aurora tidak hanya terdapat dibumi, namun di planet lain juga terdeksi memiliki fenomena alam ini. Bahkan hal ini sangat wajar terjadi diplanet-planet yang berada di galaksi Bima Sakti. Salah satunya yaitu aurora yang terdeteksi di Planet Jupiter. Bahkan aurora diplanet ini 100 kali lebih terang daripada yang ada di bumi.

Aurora biasanya memiliki kombinasi warna merah, pink, ungu, biru, dan hijau. Namun, warna aurora sangat dipengaruhi oleh faktor ketinggian. Ada beberapa negara yang diyakini sebagai termpat paling baik untuk melihat aurora, diantaranya: Alaska, Kanada, Norwegia, Finlandia, dan Islandia.

Ternyata dibalik keindahannya, aurora menyimpan beberapa akibat yang mungkin belum kita ketahui. Saat terjadi aurora, plasma lobus yang berkumpul menjadi satu akan menjadi panas. Selain itu, Aurora dapat memperburuk jaringan telekomunikasi karena gelombang elektromagnetik yang harusnya sampai hingga atmosfer tidak bisa sampai ke atmosfer karena aurora memantulkan gelombang tersebut. Terjadinya aurora dapat menimbulkan banyak spekulasi maupun prasangka terhadap sebuah hal. Banyak orang yang menganggap bahwa aurora ialah jelmaan dari roh-roh yang sedang bermain di langit.

Proses Terjadinya Aurora

Proses terjadinya aurora merupakan indikator keterkaitan antara bumi dan matahari. Frekuensi aurora berkorelasi dengan frekuensi aktivitas surya dan aktivitas siklus 11-tahunan matahari.

Fenomena Aurora terjadi karena tumbukan atom-atom yang mengenai partikel-partikel yang memiliki muatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari Matahari. Partikel-partikel ini, kemudian terlempar dengan kecepatan tinggi yang lebih dari 500 mil per detik, kemudian terhisap oleh medan magnet Bumi yang berada di sekitar kutub utara dan selatan.

Terdapat angin Matahari yang merupakan suatu aliran bermuatan yang terpancar dari Korona atau bagian terluar dari bagian bagian matahari. Angin surya ini di penuhi dengan proton yang mampu terlepas karena adanya bagian yang sangat panas pada Matahari yang dikenal dengan nama Sunspot. Bintik Matahari adalah nama lain dari Sunspot yang terbentuk karena adanya aliran konveksi dari pusat Matahari tempat terjadinya reaksi termonuklir dan mengalir menuju permukaan korona.

Aurora dapat menjadi Indikator yang mengukur Intensitas angin Matahari yang mana jika Aurora muncul lebih lama dan bercahaya lebih terang dari biasanya itu artinya semakin kuat gangguan energy dari Matahari dan hal ini sering terjadi ketika aktifikas Matahari berada pada puncaknya yang terjadi setiap 11 tahun sekali. Selain itu terdapat juga gangguan lanjutan pada medan kutub bumi, yang sering disebut Badai Magnet (Magnetic Strom), sehingga bisa memicu perubahan medan magnet secara mendadak.

Terdapat dua gas utama yang ada di atmosfer yang paling berpengaruh pada pembentukan cahaya aurora:

    • Oksigen, dapat menghasilkan dua warna utama aurora, yaitu hijau-kuning yang memiliki panjang gelombang 557,7 nm, warna ini paling sering terlihat,dan merah yang memiliki panjang gelombang 630 nm, namun warna ini jarang terlihat.
    • Nitrogen, yang pada keadaan terionisasi akan menghasilkan warna biru muda. Pada keadaan netral, molekul nitrogen menghasilkan warna merah keunguan.

Proses terjadinya aurora menimbulkan cahaya berwarna yang merupakan hasil dari partikel dan atom berbeda yang mengalami benturan. Perbedaan warna-wanBeberapa warna yang dihasilkan karena fenomena aurora, yaitu :

      • Aurora hijau : Hal ini terjadi akibat benturan partikel elektron dengan molekul nitrogen.
      • Aurora merah : Akibat terjadinya benturan antara partikel elektron dengan atom oksigen.
      • Aurora hijau dan kuning : Terjadi karena partikel dengan muatan bertabrakan dengan oksigen
      • Aurora biru : Ketika terjadi tabrakan antara partikel dengan nitrogen.

Jenis-jenis Aurora

Aurora yang kita ketahui hanya terdiri dari dua jenis, yakni aurora yang terjadi di kutub Utara dan kutub Selatan. Berikut dibawah ini penjelsannya :

Aurora Borealis

Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara disebut dengan istilah Aurora Borealis, yang dinamai berdasarkan nama Dewi Fajar Roma, Aurora, dan juga nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini dikarenakan di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari mau terbit dari arah itu. Cahaya itu terjadi karena adanya koalisi antara partikel bermuatan listrik yang terpantul dari matahari dan partikel gas bumi di atmosfer bumi.

Aurora borealis selalu terjadi di antara bulan September dan juga Oktober dan Maret dan April. Aurora Berealis bisa dilihat di daerah antartika dimana negara Utara Kanada, Alaska, Rusia, serta Skandinavia. Aurora australis paling jarang terlihat karena aurora ini biasanya justru terlihat terang di daerah yang jarang penduduknya. Aurora australis biasanya sering terlihat di Australia pada siklus 11 tahun aktivitas titik matahari. Titik-titik matahari maksimum berlangsung pada tahun 2000.Aurora Australis pernah terlihat di Tasmania.

Aurora Australis

Aurora ini hanya terlihat di kutub selatan, sehingga sering pula disebut cahaya selatan. Aurora ini terlihat di tempat yang sangat tinggi, namun bila dilihat dari kejauhan akan tampak seperti berada di garis cakrawala.

Cahaya di Aurora Australis ini biasanya berwana hijau, terkadang kemerahan atau merah pudar seolah-olah matahari sedang terbit. Pada pendaran cahaya tersebut, terkadang tampak adanya garis-garis cahaya medan magnet, nyaris terrlihat seperti tirai cahaya raksasa yang indah.

Aurora yang indah ini bisa dilihat dari beberapa tempat, khususnya bagian selatan bumi. Wilayah-wilayah yang bisa menikmati Aurora ini adalah Antartika, Amerika Selatan, New Zealand, dan Australia. Namun, kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di daerah yang beriklim tropis. Aurora jenis ini pernah ada di gunung tertinggi di Indonesia.

Akibat Terjadinya Aurora

Sebagaimana seperti yang telah disinggung di atas bahwa selain menyuguhkan keindahan, Aurora ternyata juga memiliki beberapa akibat lain baik positif maupun negatif. Adapun akibat dari terjadinya aurora adalah sebagai berikut:

      • Plasma Panas

Suatu penelitian yang dilakukan oleh Dr Robert dari University of Southampton setelah melakukan pengamatan mendalam tentang 2 lobus partikel di lapisan magnetosfer bumi yang selalu bersifat dingin, ketika terjadi suatu proses aurora yang disebut aurora theta ternyata ditemukan bahwa plasma lobusnya bersuhu panas.

      • Bisa Mengganggu GPS

Fenomena aurora selain mengganggu frekuensi juga mengganggu sistem GPS. Tabrakan elektron yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya gangguan terhadap sistem GPS, salah satunya ialah sistem GPS milik WAAS salah satu perusahaan di Amerika Serikat.

      • Mengganggu Arus Listrik

Sebagaimana diketahui bahwa proses terjadinya aurora tidak bisa dilepaskan dari adanya proses terjadinya badai matahari yang menabrak lapisan magnetosfer bumi. Badai matahari yang terjadi ternyata juga mampu menimbulkan efek samping terhadap kelistrikan.

Salah satu peristiwa yang pernah terjadi adalah sebagaimana terjadi pada 13 Maret 1989 di Canada, pada waktu itu Arus Induksi Eksesif yang ditimbulkan oleh badai matahari menyebabkan beberapa travo terbakar akibatnya jaringan listrik di kawasan Quebec (Kanada) mengalami kematian selama 9 jam.

      • Menjadi Mitos Pertanda Firasat

Salah satu akibat aurora yang unik adalah bahwa aurora dijadikan oleh beberapa kalangan manusia sebagai sebuah mitos berupa menandakan akan adanya firasat tertentu. Salah satunya adalah bangsa Inuit yang beranggapan bahwa cahaya aurora adalah jelmaan dari roh-roh yang sedang melakukan permainan di langit. Oleh karena itu, pada saat terjadi fenomena alam tersebut umumnya mereka mengeluarkan larangan bagi anak-anak bermain di malam hari.

Selain bangsa Inuit, ada juga yang beranggapan bahwa aurora adalah manifestasi dari adanya peristiwa kebakaran di langit. Kepercayaan tersebut dimiliki oleh Suku Maori dan Suku Aborigin. Pemikiran-pemikiran yang memang kurang rasional tersebut menandakan bentuk perkembangan pemikiran pada abad lama sebagai bentuk respon manusia terhadap fenomena aurora. Selain itu, nama aurora sendiri ternyata juga berasal dari nama seorang dewi di kawasan Selatan.

Meskipun aurora memiliki akibat ketika dia muncul, akan tetapi tidak bisa dipungkiri kalau aurora memiliki keindahan yang sangat mempesona. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. See you.

Related Posts