Kematian pria asal Amerika Serikat John Allen Chau yang dipanah oleh suku terasing penghuni Pulau Sentinel Utara di Kepulauan Andaman, India, kembali menyoroti keberadaan kelompok masyarakat yang menutup diri dari dunia luar itu. Percaya atau tidak, saat ini kita bisa dibilang memasuki era masa depan di mana makin banyak teknologi canggih yang diciptakan.

Alat-alat canggih super praktis mulai ada, sampai soal ekspedisi manusia ke luar angkasa yang semakin nyata. Nah, saat dunia sudah semakin maju seperti sekarang, siapa sangka ada orang-orang yang sama sekali tak tersentuh modernitas. Reputasi para penghuni pulau ini sungguh menakutkan.

Hidup Secara Primitif Dan Menolak Modernisasi

Dari langit, pulau ini tampak sangat indah. Pantai menakjubkan dengan hutannya yang lebat. Namun, tak ada wisatawan ataupun nelayan yang berani menginjakkan kaki ke pulau di Samudera Hindia ini. Disebut sebagai suku yang paling terpencil yang berada di bumi, suku ini dianggap punya budaya sangat tidak biasa. Mereka menolak berkomunikasi dengan dunia luar, apalagi yang ingin menjangkau mereka.

Tak seperti suku-suku primitif lainnya yang mungkin lebih bisa menerima tamu, suku Sentinel benar-benar menolak hal tersebut. Bahkan ketika mereka melihat kapal dari jauh, maka suku Sentinel akan melakukan penyerangan brutal. Entah menghujani dengan panah api atau dilempar dengan batu-batu tajam. Jika ada yang berusaha terlalu dekat dengan suku ini, maka orang tersebut akan berakhir dengan kematian.

Menurut Survival International, walau masih seperti orang-orang pada zaman batu (primitif), Suku Sentinel telah sedikit mengubah cara hidup mereka. Contohnya, mereka bisa membuat alat dan senjata dari logam, yang mereka ambil dari kapal-kapal karam di terumbu pulau. India memproklamasikan Pulau Sentinel Utara, yang luasnya 59,67 km persegi, sebagai bagian dari Republik India pada tahun 1970. Sejak itu, India telah mengendalikan akses ke pulau itu dan terus mengawasi dengan penjaga pantai.

Secara letak geografis, pulau Sentinel Utara dekat dengan Indira Point. Pulau Sentinel ini memiliki luas sekitar 14.700 hektar. Jika kita melihat di peta, titik pulau Sentinel berdekatan dengan pulau Sabang, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kelompok Kepulauan Andaman Nikobar di Samudra Hindia.

Sampai saat ini, Suku Sentinel tetap mempertahankan independen (hidup mandiri), menolak semua upaya dari orang yang berusaha terlibat dan mengontak (yang ingin berinteraksi) mereka. Suku Sentinel teguh menentang semua upaya yang dilakukan pemerintah kolonial dan pasca-kolonial dengan menahan kehadiran siapa pun dengan kekuatan senjata busur, panah dan kapak. Segala upaya sudah dilakukan untuk mempelajari kehidupan suku Sentinel, namun semua ini tidak mudah karena mereka sangat tertutup pada orang asing.

Lalu, Adakah Upaya Pemerintah Menjamah Suku Sentinel ?

Sejak tahun 1970-an, para antropologi berusaha untuk menjamah Suku Sentinel dan memperkenalkan modernisasi pada mereka. Sayangnya, masyarakat Sentinel tetap menolak kontak dengan dunia luar. Bahkan ketika antropolog meninggalkan hadiah dan sejumlah bahan makanan, Suku Sentinel membalasnya dengan hujan panah ke arah kapal. Suku Sentinel yang terus menutup diri membuat pemerintah India memutuskan untuk meninggalkan Sentinel dan tidak lagi mencoba memperkenalkan modernisasi pada mereka.

Pemerintah India memilih tidak ikut campur ke dalam urusan mereka. Sudah ada upaya dari pemerintah untuk menjalin kontak. Namun, semua usaha ditinggalkan dan pemerintanh India membiarkan suku ini hidup dengan pilihan mereka. Pemerintah India menetapkan, siapapun yang pergi ke sana untuk melakukan kontak dengan Sentinelese adalah kejahatan.

Bahkan, siapa pun yang memaksakan diri untuk masuk ke pulau mereka bisa mengalami nasib naas (tak beruntung) seperti John Allen Chau, misionaris Amerika Serikat yang meninggal pada November 2018. Ia dibunuh dengan menggunakan tombak atau panah. Untuk itu, Ahli hak kesukuan dan penulis buku tentang kepulauan Andaman dan Nicobar, Pankaj Sekhsaria, memperingatkan otoritas India untuk memperkuat pengawasan di sekitar Sentinel Utara untuk mencegah peniru Chau lainnya.

Memang sebagian besar orang tak banyak yang tahu bagaimana tepatnya tradisi kehidupan suku Sentinel hingga saat ini. Terisolasi, menjadi satu kata yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan tradisi kehidupan suku Sentinel. Sama seperti masyarakat lain, suku Sentinel juga memiliki beberapa tradisi mereka sendiri. Hanya saja tak banyak yang tahu, karena hingga saat ini, pengetahuan tentang suku yang mendiami pulau Sentinel Utara ini masih sangat minim. Nah dibawah ini terdapat beberapa fakta mengenai suku Sentinel, berikut faktanya.

5 Fakta Suku Sentinel

Selama ribuan tahun penduduk Pulau Sentinel Utara telah terisolasi dari seluruh dunia. Mereka diperkirakan sudah tinggal di pulau itu sekitar 50 ribu tahun lalu. Mereka memiliki ciri-ciri fisik warna kulit hitam, rambut ikal, dan tidak mengenakan pakaian.

Mereka menggunakan tombak dan busur serta anak panah untuk memburu hewan-hewan yang berkeliaran di pulau kecil yang dikelilingi hutan. Mereka mengumpulkan tanaman untuk dimakan dan untuk dipakai sebagai bahan pembuat rumah. Selain itu terdapat beberapa fakta yang perlu untuk anda ketahui mengenai suku terisolasi ini.

1. Suku Paling Rentan di Dunia

Suku Sentinel diketahui sudah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan menurut peneliti mereka sudah di situ tak kurang dari 60 ribuan tahun secara turun temurun. Tapi, meskipun eksistensinya masih kuat di sana, tapi menurut para ilmuwan suku Sentinel sangat rentan. Penghuni pulau Sentinel ini rentan terhadap banyak jenis penyakit. Mulai dari campak sampai yang lainnya. Nah, di sinilah dilemanya ketika mereka tak mau membuka diri, maka para peneliti pun tak bisa memberikan penanganan-penanganan terhadap penyakit-penyakit untuk para suku Sentinel ini.

SPemerintah India sebagai pemilik Pulau Sentinel Utara sebenarnya sudah berusaha untuk membuat suku ini lebih terbuka. Tapi, dari Sentinel sendiri tak ada respon yang positif. Makanya, akhirnya suku ini pun dibiarkan dengan keinginan mereka. Bahkan pemerintah India menjaga perbatasan pulau tersebut agar Sentinel tak pernah diganggu.

2. Pemerintah India Melarang Masuknya Orang Luar

Suku Sentinel memang terkenal sangat galak menolak pendatang dari luar. Bahkan mereka tidak segan-segan membunuh siapapun yang masuk ke kelompok mereka. Walaupun sudah dilakukan sejumlah upaya untuk berinteraksi dengan Suku Sentinel, namun hasilnya nihil (tidak berhasil).

Sehingga pemerintah India memutuskan untuk membuat peraturan yang tegas terhadap siapapun yang membuat foto atau video tentang suku ini. Bagi siapa saja yang melanggar akan dikenakan sanksi hukuman tiga tahun penjara. Hal ini berlaku juga terhadap siapapun yang membantu menyelinap masuk ke suku ini, termasuk nelayan. Mencoba masuk ke Pulau Sentinel Utara menjadi hal yang ilegal bagi orang luar.

3. Populasi Yang Sedikit

Suku Sentinel diperkirakan hanya memiliki populasi sebanyak 50-150 orang saja. Pada sensus pertama yang dilakukan di tahun 1991, diperkirakan jumlah suku ini mencapai 117 orang. Sementara di tahun 2011, data yang didapat hanya ada 15 orang yang terlihat menghuni pulau terpencil ini.

4. Tewasnya John Allen Chau

Meskipun sudah diterapkan aturan, ada saja yang tetap penasaran dengan suku ini. Bahkan seorang bernama John Allen Chau asal Amerika Serikat, tewas terbunuh setelah mencoba menginjakkan kaki di pulau ini. Ia membayar seorang nelayan untuk mengantarkannya ke pulau ini, padahal tindakan tersebut termasuk ilegal.

Menurut nelayan yang mengantarkannya, tubuhnya dihujani tombak dan di kubur di dalam pasir. Konon, Suku Sentinel mengisolasikan diri karena khawatir akan kepunahan warganya. Oleh karena itu, mereka menganggap orang asing sebagai penjajah yang mengancam keberadaannya.

5. Minim Informasi Mengenai Suku Sentinel

Suku Sentinel baru diketahui beberapa tahun belakangan. Sebelumnya, nyaris tak diketahui jejak mereka sedikit pun. Tapi, meskipun sudah menunjukkan eksistensinya, tak berarti kita tahu apa pun tentang mereka.

Peneliti dan ilmuwan hingga saat ini belum mengetahui segala hal tentang Sentinel. Apa bahasa yang mereka gunakan, ritual apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka hidup, itu semua masih jadi misteri. Dan itu akan tetap misteri sampai orang-orang Sentinel membuka diri untuk menerima apa pun dari luar.

Bisa kita simpulkan bahwa, Suku Sentinel memilih mengisolasikan diri dan menolak moderenisasi. Dari banyaknya suku primitif yang ada di dunia, hanya Suku Sentinel yang menolak dengan tegas adanya perubahan yang datang dari luar. Suku ini masih hidup dengan serba sederhana dan mengandalkan alam sebagai sumber kehidupannya.

Bahkan mereka mengandalkan berburu untuk mencari bahan makanan mereka. Selain itu, mereka juga memiliki sifat tertutup yang membuat mereka sama sekali menolak berinteraksi dengan orang di luar komunitas mereka.

Related Posts