Fenomena pengalaman mendekati kematian atau near death experience atau NDE atau mati suri seperti melihat cahaya terang, berjalan melewati sebuah terowongan, merasa telah mencapai akhir realitas, dan bergerak meninggalkan tubuh sendiri terkadang dialami oleh orang yang mendekati kematian.

Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan bagi para peneliti. Bagaimana asal muasal kondisi tersebut? Apakah pengalaman mendekati kematian merupakan produk dari pikiran atau sebuah mekanisme pertahanan secara psikologis?

Selama ini, pengalaman mendekati kematian sulit diungkap secara ilmiah karena kajian real-time tidak mungkin dilakukan. Berikut ini adalah penjelasan tentang mati suri secara ilmiah :

Penjelesan Mati Suri Secara Ilmiah

Para peneliti mempelajari gelombang otak pasien yang tengah sekarat, ditemukan adanya sebuah lonjakan aktifitas listrik sesaat sebelum para pasien tersebut meninggal. Dokter dari pusat kesehatan universitas George Washington percaya bahwa lonjakan listrik ini adalah penyebab fenomena mati suri, dimana para pasien melihat diri mereka berjalan menuju cahaya atau melayang keluar dari raga mereka.

Banyak pasien yang mengalami sensasi ini percaya mereka mempunyai penglihatan religi dan menganggapnya sebagai kehidupan pasca kematian. Beberapa pasien bahkan melaporkan melihat kembali tokoh tokoh religi seperti Yesus, Muhammad atau Krishna. Yang lain mengatakan mereka diliputi rasa damai saat mereka berjalan menuju terowongan penuh cahaya.

Namun para dokter ICU di George Washington mempunyai penjelasan lain yang telah dipublikasikan dalam jurnal kedokteran paliatif. Sebuah tim yang dipimpin Dr. Lakhmir Chawla menggunakan electroencephalograph (EEG), sebuah alat yang merekam aktivitas otak pada tujuh pasien dengan kondisi penyakit fase terminal yang diberi sedasi penghilang nyeri.

Sebuah studi baru mengenai kronologi mati suri ini mendapati bahwa tidak semua orang mengalami urutan langkah-langkah sama, yang bisa membantu menyingkirkan hubungan kompleks antara neurologi dan budaya di ambang hidupnya. Studi ini didasarkan pada 154 tanggapan survei responden dan narasi yang dikumpulkan melalui International Association for Near-Death Studies and the Coma Science Group. Responden dipilih menggunakan skala Greyson NDE, sebuah metrik yang dikembangkan oleh Bruce Greyson, seorang psikolog asal Amerika Serikat

Skala ini dirancang untuk memberikan struktur dan konsistensi dalam mengevaluasi pengalaman yang diingat oleh pasien saat mengalami perhentian jantung. Istilah Near Death Experience (NDE) atau mati suri muncul pada tahun 1975 saat psikolog bernama Raymond Moody menggunakannya untuk menggambarkan apa yang disebut dengan ‘menengok dunia lain’. Namun kini, cerita mati suri hampir bersifat klise. Cahaya terang, terowongan, dan emosi positif sudah menjadi hal yang biasa didengar mengenai pengalaman mati suri. Tahapan ini pun dianggap sebagai gambaran singkat dari kehidupan setelah kematian.

Alasan Seseorang Mengalami Mati Suri

Beberapa hal di bawah ini bisa menjelaskan kenapa mati suri bisa terjadi pada seseorang.

1. Gas Karbon Dioksida

Pengalaman yang baik dengan Mati Suri atau animasi yang terganggu juga terkait dengan adanya gas karbon dioksida di tubuh seseorang. Studi yang menghubungkan ini menunjukkan bahwa adanya gas CO2 dapat berpengaruh pada keseimbangan kimiawi tubuh. Bila keseimbangan kimiawi di otak seseorang terganggu, itu bisa mempengaruhi otak sehingga mengalaminya seperti melihat cahaya, terowongan atau Mati Suri seseorang. Survival experience yang terkait dengan adanya gas CO2 itu sendiri didapat dari pasien yang selamat dari serangan jantung. Orang dengan serangan jantung memiliki konsentrasi CO 2 yang berlebihan dalam udara yang dihembuskan juga terkait dengan kadar CO2 dan potassium dalam darah.

Pasien yang selamat dari serangan jantung dan yang memiliki animasi yang ditangguhkan memiliki sejumlah pengalaman serupa. Mereka biasanya merasa dalam terang, melihat dan mendengar kejadian nyata dari berbagai sudut dan bertemu dengan orang tercinta yang telah meninggal dunia. Animasi yang ditangguhkan yang dialami oleh orang-orang yang selamat dari serangan jantung diyakini terkait dengan menghentikan fungsi otak setelah 20-30 detik serangan jantung. Sadar, mereka bisa menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi di sekitarnya dalam tiga menit setelah jantung berhenti.

2. Fase Tidur

Kemungkinan penyebab Mati Suri adalah Rapid Eye Movement (REM) dalam fase tidur, atau fase yang baik, yaitu saat seseorang memiliki mimpi. Fase ini meliputi kelumpuhan otot utama, sistem pernafasan lebih cepat dan gerakan mata yang cepat. Saat fase ini terganggu, seseorang bisa mengalami kelumpuhan sementara saat ia terbawa tidur. Hal lain yang bisa terjadi adalah adanya halusinasi melihat atau mendengar selama masa transisi dari tidur ke kondisi terjaga atau sebaliknya.

Dalam kasus animasi mati suri, otak bisa terbangun kondisi tidur dan kondisi sekaligus. Biasanya tahap ini akan dibedakan secara mendetail, sehingga jelas siapa yang terjaga atau tertidur. Beberapa fitur utama dari mereka yang mengalami animasi tersuspensi serupa dengan gangguan fase REM ini. Misalnya, merasa dikelilingi oleh cahaya, merasa terpisah dari diri sendiri dan tidak mampu bergerak, bahkan merasa sadar.

Yang Dirasakan selama Mati Suri

  • Interaksi dengan Orang Mati

Dalam berbagai agama dan cerita dari mulut-mulut, banyak yang menyatakan bahwa saat kita mati, kita akan dikelilingi oleh orang mati dan malaikat. Hal ini turut mempengaruhi pengalaman yang kita rasakan saat mati suri. Fenomena ini diduga dikarenakan adanya gangguan dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter dalam otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami halusinasi. Gejala berinteraksi dengan sesuatu yang tidak nyata juga dialami oleh pasien dengan Alzheimer, Parkinson, dan degenerasi makula.

Pada penderita degenerasi makula di mata, penglihatan yang terganggu menyebabkan otak berusaha mengkompensasi dengan cara menghadirkan gambaran lain yang sebenarnya tidak ada. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengalaman interaksi dengan orang mati ini bisa disebabkan oleh karena gangguan fungsi dopamin dan gangguan input sensorik.

  • Melihat Terowongan Cahaya

Melihat terowongan cahaya merupakan salah satu fenomena yang sering dilaporkan setelah mati suri.Hal ini bisa disebabkan karena pasokan darah dan oksigen yang berkurang di retina mata. Saat retina kekurangan oksigen dan menjadi iskemik, penglihatan di daerah tepi mata akan mengalami gangguan terlebih dahulu. Gangguan ini kemudian meluas ke arah tengah, sehingga tampak sebagai terowongan.

Mati suri merupakan pengalaman unik dengan berbagai mekanisme yang kompleks di baliknya, mulai dari kekurangan oksigen, gangguan fase REM tidur, gangguan fungsi dopamin, dan pengaruh budaya dan kepercayaan. Satu hal yang perlu kita garis bawahi adalah NDE tidak sepenuhnya harus berupa kejadian mistik dan bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, sehingga Anda tidak perlu memikirkan berlebihan jika suatu saat mengalaminya.

  • Perasaan Jiwa Keluar Dari Raga

Out of body experience (OBE) sering dideskripsikan sebagai perasaan “melayang” di luar tubuh, dan terkadang disertai dengan autoskopi, yaitu melihat tubuh sendiri saat “melayang”. Walaupun sering dianggap sebagai pengalaman mistis, OBE juga dapat terjadi di kondisi lain, seperti misalnya saat seseorang mengalami sleep paralysis atau lebih dikenal dengan nama “ketindihan”. Saat ketindihan, tubuh berada di fase REM atau tidur nyenyak, tetapi otak mereka terbangun sebagian.

Penilitian Olaf Blanke berhasil memicu OBE buatan dengan menstimulasi otak bagian temporoparietal. Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa OBE terjadi saat otak gagal mengintegrasikan berbagai rangsangan sensorik dari lingkungan eksternal.

  • Merasa Meninggal Betulan

Perasaan telah mati sering dilaporkan oleh orang yang mengalami mati suri. Perasaan ini juga dialami oleh mereka yang menderita sindrom cotard, hal ini diasosikan dengan adanya gangguan otak di bagian korteks parietal dan prefrontal, dan umumnya menghilang setelah beberapa hari. Hal ini dilaporkan juga pada orang yang mengalami cedera kepala, tifoid yang parah, dan multiple sklerosis. Belum diketahui kenapa seseorang bisa mengalami perasaan telah mati, penjelasan logisnya adalah mungkin ini hanya sebuah usaha pasien untuk memahami pengalaman aneh yang dialami.

Perubahan spiritual

1. Para peneliti mati suri sepakat bahwa pengalaman mati suri membuat seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan spiritual.

2. Meyakini adanya Tuhan sebagai sumber kasih tanpa syarat pada manusia.

Mati suri merupakan pengalaman unik dengan berbagai mekanisme yang kompleks di baliknya, mulai dari kekurangan oksigen, gangguan fase REM tidur, gangguan fungsi dopamin, dan pengaruh budaya dan kepercayaan.

Perubahan fisiologis

1. Jadi super sensitif terhadap perubahan cahaya, suara, kelembaban dan berbagai stimulus atau kondisi lingkungan lainnya.

2. Jadi sensitif terhadap rasa dan bau, alergi terhadap obat tertentu dan alkohol, sensitif terhadap listrik misalnya arloji yang digunakan jadi mati.

3. Mengalami penurunan suhu tubuh, tekanan darah dan metabolisme tubuh.

4. Perubahan energi : Kondisi ini bisa menimbulkan sensasi panas atau dingin. Perubahan energi terjadi saat subjek memiliki kemampuan menyembuhkan melalui tangannya atau disebut sebagai ‘tangan yang panas’ akibat adanya energi yang mengalir.

4. Perubahan otak dan saraf : Lebih dari 50 persen orang yang mengalami mati suri mengalami perubahan fungsi saraf. Secara fisiologis jalur saraf mengalami revitalisasi yang selanjutnya berpengaruh pada tingkat kesadaran seseorang. Dan otak secara fisik juga berubah.

5. Memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa, mengalami peningkatan kecerdasan, lebih kreatif dan inventif, mengalami sinestesia (multiple sensing), menjadi vegetarian dan tampak lebih muda.

Itulah artikel tentang mati suri. Satu hal yang perlu kita garis bawahi tentang mati suri adalah NDE tidak sepenuhnya harus berupa kejadian mistik dan bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, sehingga Anda tidak perlu memikirkan berlebihan jika suatu saat mengalaminya.

Related Posts