Alam semesta merupakan tempat yang sangat luas. Ada sekitar 10 triliun galaksi di alam semesta ini, tiap galaksinya mengandung sekitar 100 miliar bintang. Bisa dibayangkan betapa luar biasa melimpahnya planet-planet indah di luar sana. Miliar planet yang mengapung dalam kegelapan menunggu kita untuk datang kesana, menjadikan mereka sebagai tempat tinggal kedua jika bumi sudah lenyap tak bersisa. Entah karena dihantam meteor atau dihancurkan sendiri oleh umat manusia yang gemar bersengketa.

Seandainya kita bisa mengabaikan segala perbedaan yang ada diantara kita dan bekerja sama atas nama umat manusia, menemukan planet baru yang layak huni bukanlah hal yang sulit. Hal yang lebih sulit daripada menemukan planet adalah bagaimana caranya pergi kesana. Jarak merupakan masalah utamanya. Gliese 581 d, planet mirip bumi yang paling dekat dengan tatasurya kita saja jaraknya sudah lebih dari 20 tahun cahaya.

Artinya dibutuhkan waktu lebih dari 20 tahun bagi cahaya untuk bisa sampai kesana. Apalagi pesawat kita yang kecepatannya masih sangat jauh di bawah kecepatan cahaya, butuh waktu lebih lama lagi. Alam memberi kita harapan. Menurut salah satu hukum alam yang bernama teori relativitas umum, ada sebuah objek yang dapat berfungsi sebagai terowongan intergalaktik. Terowongan ini bernama lubang cacing (wormhole). Lantas, apa kah lubang cacing itu?

Lubang Cacing (wormhole)

Istilah lubang cacing berasal dari analogi apel. Alam semesta kita diibaratkan permukaan sebuah apel dan kita diibaratkan sebagai seekor semut yang hanya bisa berjalan di atas permukaan apel.

Misalkan kita ingin pergi dari satu titik ke titik yang lain. Kita tentunya harus berjalan dalam lintasan yang melengkung. Tapi jika kita menjadi cacing, maka kita bisa memakan apel tersebut sehingga menghasilkan jalan baru yang lebih pendek. Semut pun akhirnya bisa menggunakan jalan yang dibuat oleh cacing ini agar bisa sampai ke tempat tujuan dengan lebih cepat. Ilmuwan menyebut jalan pintas ini dengan lubang cacing.

Konsep tentang lubang cacing lahir secara tidak sengaja di tangan Einstein. Lubang cacing awalnya tidak dianggap sebagai jalan pintas yang menghubungkan dua tempat berjauhan di alam semesta. Pada tahun 1935, Einstein bersama dengan Nathan Rosen mencoba merumuskan teori tentang partikel fundamental (seperti elektron) menggunakan teori relativitas umum.

Einstein ingin menjadikan teorinya sebagai Theory of Everything, teori yang tidak hanya menjelaskan ruang dan waktu melainkan juga segala sesuatu yang ada di dalamnya, yang tentunya tersusun dari partikel fundamental.

Dengan analisa matematika yang kompleks dan rumit, lahirlah objek yang dikenal dengan nama jembatan Einstein-Rosen (Einstein-Rosen bridge). Sayangnya usaha Einstein ini tidak berhasil. Akan tetapi sisa-sisa pekerjaan Einstein ini tidak lenyap seluruhnya. Jembatan Einstein-Rosen justru menjadi objek kajian tersendiri dan sekarang kita menyebutnya dengan nama lubang cacing.

Meski begitu fisikawan John Friedman dari Univeristy of Wisconsin-Milwaukee, yang tidak terlibat dalam penelitian ini meragukan jika lubang cacing sebenarnya ada.

Banyak orang awam berpikir bahwa lubang cacing dan lubang hitam adalah sama. Lantas, sama kah lubang cacing dengan Lubang Hitam?

Apakah Lubang Cacing dan Lubang Hitam Sama?

Seperti di film Interstellar terlihat bahwa lubang cacing dan lubang hitam itu berbeda. Namun, manakah yang benar? Yang benar: Lubang hitam berbeda dengan lubang cacing. Mereka bukanlah hal yang sama.

Saat kita mendengar kata “lubang hitam”, sangat mudah untuk berpikir itu adalah sebuah lubang hitam aneh yang menyedot apapun dengan rakusnya. Namun, lubang hitam bukanlah lubang walaupun namanya seperti itu. Ia dinamai seperti itu karena berperilaku seperti lubang (menyedot apa pun).

Bola gelap yang disebut lubang hitam sebenarnya adalah daerah ruang dimana gravitasi sangatlah kuat bahkan cahaya tak bisa lolos. Karena itu, lubang hitam hitam total, karena cahaya tidak bisa sampai ke mata akibat tarikan gravitasi. Dimana ada gravitasi pasti ada sumbernya. Sumber gravitasi lubang hitam terletak di jantung kegelapan lubang hitam sebuah benda sangat kecil namun memiliki massa ribuan hingga jutaan kali massa matahari.

Lubang cacing berbeda dari lubang hitam. Lubang hitam memang menyerap semua materi dan gelombang akan tetapi materi dan gelombang ini tidak dimuntahkan kembali oleh lubang hitam ke suatu tempat di alam semesta. Benda yang sudah masuk ke lubang hitam akan terkoyak-koyak sampai pada level atom dan menyatu dengan jantung lubang hitam. Sementara itu, benda yang masuk ke lubang cacing akan muncul lagi ke suatu tempat di alam semesta.

Bagaimana Cara Melihat Lubang Cacing?

Cara kerjanya dalam teori tersebut, seolah-olah ruang terlipat menjadi dua dan saling terhubung dalam dua titik empat dimensi yang sebelumnya sangat jauh jaraknya satu sama lain. Secara teknisnya lubang cacing sendiri merupakan bagian dari ruang di mana cahaya tidak lagi bergerak dalam garis lurus.

Partikel cahaya melengkung di sekitar lubang cacing dan partikel yang terlalu dekat jatuh ke dalam ruang hampa sehingga menimbulkan bayangan. Bayangan inilah yang nantinya menurut Rajibul Shaikh, fisikawan dari Tata Institute of Fundamental Reseaarch di India, dapat ditangkap oleh Event Horizon Telescope (EHT).

EHT merupakan jaringan teleskop yang dapat memberikan pembesaran yang diperlukan untuk melihat lubang hitam. Menurutnya jika bisa melihat lubang hitam secara teoritis juga bisa melihat lubang cacing. Perlu ditegaskan kembali bahwa penelitian ini hanya berfokus pada satu jenis wormhole, kelas Teo yang memutar lubang cacing.

Sementara itu, Shaikh telah menyerahkan makalahnya ke jurnal Physical Review D, yang hingga saat ini belum ditinjau oleh rekan sejawat. Saat ini, penelitian Shaikh telah diterbitkan online di jurnal pra-cetak arXiv.

Pada saat yang sama, ini merupakan konsep yang menarik bahwa setiap penelitian baru tentang formasi lubang cacing akan menggugah minat kita. Bahkan model-model ini akhirnya menghilangkan tanda yang bisa membantu kita suatu hari mencari tahu apakah wormhole sebenarnya ada atau tidak. Di sisi lain, konsep soal bayangan lubang cacing ini merupakan konsep yang menarik. Meski masih banyak yang belum kita tahu mengenai lubang cacing dan bagaimana akan bereaksi di dalamya karena semuanya masih sebatas hipotesis.

Related Posts