Siapa yang tidak tahu tentang kasus ‘kopi sianida’? Kasus yang sempat menggemparkan masyarakat Indonesia belakangan ini, memakan nyawa seorang korban yang meninggal akibat kopi yang dicampur racun sianida. Efeknya juga mengerikan, dalam waktu yang singkat, korban langsung meninggal dunia. Sebenarnya, apa itu racun sianida?

Apa itu Racun Sianida?

Racun sianida memang jarang digunakan. Racun sianida membuat tubuh Anda tidak bisa menggunakan oksigen yang Anda butuhkan. Sianida merupakan salah satu racun yang sangat mematikan, karena zat ini mengacaukan sel dalam menerima oksigen didalam tubuh. Racun sianida ini dapat berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida. Dalam novel agatha christie ada juga penjelasan mengenai racun ini.

Istilah sianida mengacu pada bahan kimia yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN). Banyak zat mengandung sianida, tapi tidak semuanya racun mematikan. Natrium sianida (NaCN), potasium sianida (KCN), hidrogen sianida (HCN), dan sianogen klorida (CNCl) memang mematikan, namun ribuan senyawa yang disebut nitril mengandung gugus sianida namun tidak beracun.

Sebenarnya, kita bisa menemukan sianida dalam nitril yang digunakan sebagai obat-obatan, seperti citalopram (celexa) dan simetidin (tagamet). Nitril tidak berbahaya karena mereka tidak mudah melepaskan ion CN, yang merupakan gugus yang bertindak sebagai racun metabolik.

Racun sianida dalam kasus pembunuhan biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Yang perlu dicermati, kontaminasi sianida tidak hanya terjadi saat zat tersebut masuk lewat mulut. Kebanyakan kasus keracunan malah terjadi saat gas atau butiran/serbuknya terhirup lewat udara. Serbuk sianida ini juga berbahaya jika menempel pada kulit karena akan segera larut oleh keringat kemudian dapat terserap masuk ke dalam tubuh melalui kulit.

Sianida bisa menjadi senjata pembunuh dalam dosis sangat rendah, 200 mg sudah cukup untuk membunuh seseorang dengan berat badan rata-rata. Keistimewaan sianida dibanding racun lain adalah reaksinya yang sangat cepat, kematian dapat terjadi hanya dalam hitungan menit.Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa pusing, mual, muntah, kehilangan kesadaran dan kesulitan bernapas.

Sebagai contoh, jika Anda mengkonsumsi 1 gram sianida yang dilarutkan dalam air, dalam 15-45 detik Anda akan kehilangan kesadaran (tergantung berat tubuh). Jika keadaan ini dibiarkan tanpa tindakan medis, Anda dapat meninggal dalam waktu 30-45 menit karena gagal jantung.

Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakanjuga oleh tokoh kontroversial Nazi, Hitler yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembak kepalanya.

Sejarah Penggunaan Sianida

Ini mungkin tidak seperti yang Anda bayangkan. Meski racun sianida adalah zat kimia pembunuh, pada kenyataanya zat ini awalnya digunakan dalam dunia pertambangan, sebagai pengikat logam mulia emas. Menggunakan teknik amalgamasi dengan sianida, kadar emas yang dapat diperoleh bisa mencapai 89-95%, jauh lebih baik dari metode lainnya yang hanya mencapai 40-50%.

Namun setelah perang pecah, penggunaan sianida dialihkan kepada fungsinya sebagai zat kimia yang berbahaya dan mulai digunakan untuk genosida dan racun bunuh diri. Penggunaan lainnya dari racun ini adalah untuk membunuh tikus, curut, dan tikus tanah untuk melindungi panen tanaman pangan.

Sifat Asam Sianida

Asam sianida memiliki kegunaan yang tak sedikit, diantaranya di bidang pertanian, fotografi dan industri logam. Penggunaannya untuk pengolahan mineral untuk memulihkan emas, tembaga, seng dan perak mewakili sekitar 13% dari konsumsi sianida secara global, dengan 87% sisa sianida yang digunakan dalam proses industri lainnya seperti plastik, perekat, dan pestisida.

Namun, dampaknya terhadap kesehatan sangat mengerikan. Bila terpapar zat ini, manusia dapat meninggal dalam waktu kurang dari setengah jam. Karena sifat yang sangat beracun dari sianida, proses ini kontroversial dan penggunaannya dilarang di sejumlah negara dan wilayah.

Dewasa ini sianida menjadi perhatian masyarakat karena terjadinya banyak kasus keracunan oleh bahan kimia ini. Tak kenal maka tak sayang, sudah sepatutnya kita mengenali racun sianida ini lebih jauh. Bukan untuk menyayangi racun tersebut tentunya, namun agar kita lebih waspada.

Asam sianida murni tidak berwarna, mudah menguap sedikit di atas suhu kamar ( 26 0C ), sangat toksik dan berbau khas. Bau ini akan tercium bila konsentrasi lebih besar atau sama dengan 1 ppm, dan tidak berbau lagi bila tertutup bau gaslainnya atau saraf sensoris orang telah rusak/lumpuh.Berat molekulnya ringan, sukar terionisir, dan mudah berdifusi. Oleh karena itu gas sianida mudah terhisap melalui saluran pernafasan ( paru paru ), saluran pencernaan, dan kulit.

Sumber-Sumber Sianida:

1. HCN ( Hydrogen Sianida ) terdapat pada : Gas gas penerangan, sisa sisa pembakaran.

2. Hydrocyanic Acid ( Prussic Acid ) berbentuk cairan, dapat tercampur dengan air dalam segala proporsi, dapat diuraikan dengan cepat, larutan netral atau alkali dengan menghasilkan ammomiak.

Bentuk Prussic Acid :

  • Dalam bentuk larutan dengan kadar 4% ( Scheele’s Axid )
  • Dalam bentuk larutan dengan kadar 2% ( Acid Hydrocyanicum dilutum ), dan bentuk inilah yang banyak digunakan di laboratorium.
  • Gas gas ini juga dapat dibentuk dari proses destilasi KCN atau Kalium Fero Cyanida dengan asam sulfat.

3. Di alam, Asam sianida terdapat pada tumbuh tumbuhan yang mengandung amygdalin. Misalnya, singkong, ubi, biji buah apel, peer, aprikot. Cyanida dengan air dan emulsin akan terhidrolisir menjadi hidrogen, glukosa dan benzaldehide. Biji biji tersebut mengandung cyagenetik glycosid yang akan melepaskan cyanida pada waktu dicerna.

Kegunaan Sianida

Asam sianida banyak dipakai di laboratorium laboratorium, terutama dalam bentuk larutan dengan kadar 2%. Hydrocyanida Acid ( Prussic Acid ) banyak di pakai untuk berbagai reaksi proses kimia sintesis, tetapi terbanyak diperdagangkan untuk fumigasi membunuh binatang, kuman, kutu dan tikus tikus pada ruangan, gudang dan kapal kapal.

Dalam bentuk garamnya seperti KCN, NaCN, AgCN, digunakan untuk keperluan fotografi, penyempuhan logam dan pewarnaan. Pada penyepuhan logam, Asam sianida digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan logam logam untuk mendapatkan emas murni dari biji biji logamnya.

Asam sianida digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan logam logam untuk mendapatkan emas murni dari biji biji logamnya.

Kegunaan Garam Sianida :

  • KCN : Garam ini ( dalam perdagangan ) mengandung 90% chloride, carbonate, cyanida dari kalium. Digunakan untuk proses proses reaksi kimia, perusahaan perusahaan listrik, dan fotografi. Tetapi sekarang banyak dipakai garam kalsium dan garam natrium yang lebih murah harganya.
  • Ca(CN)2 : Digunakan pada tambang tambang industri.
  • NaCN : Digunakan oleh perusahaan perusahaan metalurgi, listrik, pengerasan biji bjiji logam, penyamakan dan perusahaan perusahaan cat.
  • AgCN : Digunakan oleh perusahaan perusahaan perak karena sifatnya yang tidak larut dalam air, cepat diuraikan oleh asam lambung dan menghasilkan asam hydrosianida.

Derivat-derivat Sianida :

  1. Acrylonitrile ( CH2 = CHCN ) : digunakan dalam proses pebuatan karet sintesis.
  2. Cyanamida ( HN = C = HN ) : digunakan untuk pupuk buatan dan sebagai sumber hydogen cyanida.
  3. Nitro Prusida (Fe (CN)5 (ON) : digunakan untuk pembuatan bahan bahan kimia sintesis.

Dosis Sianida yang Mematikan

Tergantung pada paparan, dosis, dan durasi paparan. Menghirup sianida mungkin memiliki risiko lebih besar dibandingkan jika racun ini tertelan. Jika terkena paparan racun ini melalu kontak kulit, mungkin efeknya tidak akan terlalu parah dibandingkan jika sianida tertelan atau terhirup.

Dosis racun sianida bisa mematikan tergantung pada senyawa dan beberapa faktor lainnya. Setengah gram sianida yang tertelan bisa membunuh orang dewasa yang memiliki berat 80 kg.

Biasanya korban akan kehilangan kesadaran, diikuti oleh kematian, dalam beberapa detik setelah menghirup sianida dalam dosis tinggi, namun dosis yang lebih rendah baik yang tertelan maupun yang terhirup membuat seseorang harus menjalani perawatan intensif selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari di rumah sakit.

Tanda-tanda Keracunan Sianida

Sebenarnya, keracunan sianida agak sulit untuk dideteksi. Efek dari sianida sangat mirip dengan efek dari kekurangan napas, karena memang sianida bekerja dengan cara memberhentikan sel pada tubuh dari menggunakan oksigen yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Berikut tanda-tanda seseorang keracunan sianida:

  • Lemas, bingung, tingkah laku aneh, kantuk berlebihan, koma, sesak napas, sakit kepala, pening, dan serangan bisa terjadi bersamaan bila keracunan sianida dalam jumlah tinggi.
  • Biasanya, kalau seseorang keracunan sianida secara tiba-tiba dan langsung akut (seperti pada kasus kopi sianida), efeknya dramatis. Korban akan langsung terkena serangan cepat, menyerang jantung dan menyebabkan korban pingsan. Bisa juga racun sianida ini menyerang otak dan mengakibatkan koma.
  • Keracunan sianida akibat efek jangka panjang atau akibat faktor lingkungan biasanya tidak mendapat serangan yang langsung akut.
  • Kulit orang yang keracunan sianida biasanya berubah warna menjadi merah muda atau merah ceri yang aneh akibat oksigen yang tidak bisa sampai ke sel dan tetap tinggal di darah. Orang tersebut juga akan bernapas dengan sangat cepat dan bisa jadi memiliki detak jantung yang sangat cepat atau malah sangat lambat. Terkadang, napas orang yang keracunan sianida berbau seperti almond pahit.

Selain sianida yang masuk ke dalam mulut melalui makanan, gas sianida juga tidak kalah berbahaya. Bahkan, paling bahaya dibandingkan dengan jenis lainnya. Gas ini mungkin tidak terlalu berbahaya jika ada di ruangan terbuka, karena dapat menyebar dan menguap. Namun lain halnya jika gas tersebut ada di dalam ruangan tertutup.

Sebenarnya sianida juga terdapat di dalam makanan yang mungkin kamu temui sehari-hari. Namun, tentu masih dalam jumlah yang rendah. Misalnya saja di dalam kacang almond, biji aprikot, biji jeruk, biji apel, ubi kayu, rebung, kacang lima, tapioka, dan lubang yang terdapat di dalam buah. Selain itu, sianida juga terdapat di dalam asap kendaraan, asap rokok, beberapa jenis alga, bakteri, dan jamur.

Meski sianida terdapat di dalam beberapa jenis makanan yang mungkin kamu temui sehari-hari, sebenarnya bisa dikatakan cukup aman asal kamu mengolahnya dengan tepat. Umumnya, efek mematikan sianida dapat terjadi karena kecelakaan atau karena disengaja. Efek mematikannya yang cukup cepat tidak jarang dijadikan alat untuk meneror atau bahkan membunuh seseorang.

Related Posts