Dalam perekonomian suatu negara, perbankan memiliki peran sebagai jembatan yang menghubungkan antara pemilik dana dengan orang (perusahaan) yang membutuhkan dana tersebut untuk mengembangkan usaha. Dalam perannya tersebut, bank memungut bunga dari penyaluran kredit/pinjaman dan membayar bunga ke pemilik dana. Nah, katakanlah dalam bentuk bunga deposito.

Selisih antara bunga kredit yang tentu saja lebih besar dari bunga deposito, itulah yang kemudian menjadi pendapatan bank. Semakin besar selisihnya, maka semakin besar pula pendapatan bank tersebut. Turunnya rata-rata NIM perbankan adalah salah satu indikator dan diluar indikator-indikator lain seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya inflasi, bahwa ekonomi Indonesia membaik.

OJK atau bahkan BI sekalipun tidak bisa langsung menetapkan bahwa rata-rata NIM perbankan di Indonesia adalah maksimal sekian persen, sama seperti mereka tidak bisa menetapkan berapa persen tingkat pertumbuhan inflasi dan inflasi (hanya bisa mentargetkan), karena NIM tersebut akan secara otomatis mengikuti perkembangan fundamental ekonomi di dalam negeri. Lalu apa sebenarnya NIM itu?

Pengertian Net Interest Margin (Nim)

Net Interest Margin (NIM) atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai marjin bunga bersih adalah ukuran untuk membedakan antara bunga pendapatan yang diperoleh bank atau mungkin lembaga keuangan dan jumlah bunga yang diberikan kepada pihak pemberi pinjaman. Hal ini sebenarnya serupa dengan margin kotor perusahaan non-financial sehingga masih diperlukan perhitungan lagi secara lebih matang.

Hal ini biasanya dinyatakan sebagai persentase dari apa lembaga keuangan memperoleh pinjaman dalam periode waktu dan aset lainnya dikurangi bunga yang dibayar atas dana pinjaman dibagi dengan jumlah rata-rata atas aktiva tetap pada pendapatan yang diperoleh dalam jangka waktu tersebut (yang produktif rata-rata aktiva).

Margin bunga bersih mirip dalam konsep untuk menyebarkan bunga bersih, namun penyebaran bunga bersih adalah selisih rata-rata nominal antara pinjaman dan suku bunga pinjaman, tanpa kompensasi untuk kenyataan bahwa aktiva produktif dan dana yang dipinjam dapat menjadi alat yang berbeda dan berbeda dalam volume. Margin bunga bersih sehingga dapat lebih tinggi (atau kadang-kadang lebih rendah) daripada penyebaran bunga bersih.

Net Interest Margin digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Semakin besar rasio ini maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil (mengurangi masalah bank tersebut). NIM = Aktiva produktif x 100% Pendapatan Bunga bersih.

NIM dihitung sebagai persentase dari aset dikenakan bunga. Untuk contohnya saja adalah misalnya nasabah meminjam bank dengan rata–rata $100 dalam jangka waktu satu tahun dan mendapatkan pendapatan bunga $6 kemudian bunga yang dibayarkan $3. Untuk penghitungannya sendiri adalah ($6–$3)/$100 = 3%. Jadi itulah penghitungan Net Interest Margin, dengan demikian tentu saja nantinya semua strategi yang diterapkan akan berjalan dengan baik dan membantu bank untuk tetap bertahan dan bisa menghadapi suatu masalah kedepannya.

Dengan menggunakan NIM tersebut maka bank bisa melakukan evaluasi dengan baik terhadap pengelolan resiko yang bisa terjadi karena suku bunga. Dengan NIM bank akan mudah menjalankan operasional yang sehat dan juga bisa dengan mudah mengelola aktiva produktifnya. Oleh karena itu seseorang yang memang ingin berkecimpung di dunia perbankan, lebih baik mendalami terlebih dahulu mengenai apa itu Net Interest Margin.

Cara Membaca NIM Bank

NIM yang semakin meningkat artinya bank tersebut semakin bagus pula. NIM yang semakin besar menunjukan bahwa perusahaan mampu menghasilkan pendapatan bunga yang semakin besar dari aktiva produktifnya, sehingga pendapatan bunga yang besar juga bisa mengcover profibilitas perusahaan yang semakin baik. Sebaliknya NIM yang kecil menunjukan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan bunga semakin kecil.

Hal ini bisa berdampak pada kelangsungan profitabilitas perusahaan, karena prifitabilitas perusahaan dihasilkan dari pendapatan bunga. Bagus tidaknya NIM harus anda bandingkan juga dengan rata-rata NIM di industri perbanka. Jika NIM perusahaan mengalami kenaikan diatas rata-rata industri, maka dapat dikatakan NIM bank tersebut bagus dan sebaliknya.

Rasio keuangan perbanka yang cukup penting untuk anda ketahui ialah rasio Net Interest Margin. NIM adalah salah satu rasio profitabilitas perbanka. Bagi anda masyarakat awam istilah ini merupakan istilah asing yang mungkin bukan menjadi hal penting. Tapi di dunia perbankkan, Net interest margin (NIM) merupakan salah satu tindakan penting yang harus diperhatikan demi mewujudkan bank yang berkualitas.

Tujuan NIM Bank

 

Pendapatan bunga bersih itu sendiri bisa dihitung dengan cara pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Ratio ini sangat dibutuhkan dalam pengelolaan bank dengan baik sehingga bank-bank yang bermasalah dan mengalami masalah bisa diminimalisir. Semakin besar rasio maka hal ini akan mempengaruhi pada peningkatan pendapatan bunga yang diperoleh dari aktiva produktif yang dikelola oleh pihak bank dengan baik.

Untuk mendapatkan posisi yang aman dalam persaingan pasar yang semakin ketat tersebut, bank juga harus memiliki sumber daya manusia yang handal dan juga pengelolaan manajemen yang baik atas kinerja dan juga operasional menyeluruh dari bank bersangkutan. Rasio tidak akan tinggi jika bank tidak bisa mengelola perusahaannya dengan baik. Dengan demikian, resiko yang seringkali menimbulkan masalah dalam bank bisa dihindari.

Bagaiamanapun juga, pengelolaan dan manajemen yang baik disetiap kegiatan operasional bank memang sangat dibutuhkan sehingga bank bisa berada dalam kondisi yang lebih aman. NIM itu bertujuan untuk melakukan evaluasi bank dalam mengelola berbagai resiko yang mungkin terjadi pada suku bunga. Setiap bank nasional memiliki beberapa komponen dalam menetapkan suku bunga kredit. Misalnya, biaya operasional, target laba, pajak, cadangan risiko kredit macet, dan total biaya dana.

Contoh biaya operasional adalah biaya administrasi dan biaya tenaga kerja. Biaya ini akan berbeda-beda antara satu bank dan bank lainnya, antara lain tergantung pada struktur pendanaan (murah atau mahal). NIM digunakan untuk membedakan antara bunga pendapatan yang diterima bank dan jumlah bunga yang harus diberikan kepada pihak pemberi dana. NIM ini tidak hanya menjadi tolok ukur perhitungan pada bank namun hampir semua lembaga keuangan juga menggunakan cara ini.

Di dunia perbankkan, Net Interest Margin (NIM) merupakan salah satu tindakan penting yang harus diperhatikan demi mewujudkan bank yang berkualitas. NIM ini adalah ratio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan manajemen bank dalam hal terutama dalam hal pengeolaan aktiva produktif sehingga bisa menghasilkan laba bersih.

Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya bahwa bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga yang dikurangi beban bunga. Semakin besar ratio ini maka pastinya akan membantu meningkatkan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang telah dikelola bank dengan baik. Maka dari itu demikianlah informasi mengenai NIM dan bagaimana cara membacanya, semoga informasi diatas memberi manfaat bagi pembaca.

Related Posts