Industri merupakan suatu proses atau kegiatan untuk mengubah bahan mentah atau yang sudah setengah jadi menjadi barang yang bisa digunakan atau mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Industri di definisikan sebagai perusahaan untuk membuat, memproduksi atau menghasilkan barang-barang. Bidang industri tentunya sangatlah bermanfaat atupun berguna untuk mendorong pertumbuhan suatu negara.

Industri di Indonesia digolongkan berdasarkan bahan baku, besar kecilnya modal, klasifikasi, jumlah tenaga kerja, pemilihan lokasi dan produktifitas perorangan. Ya, itulah beberapa jenis industri yang ada di Indonesia dan salah satu dari golongan tersebut akan di bahas pada artikel di bawah ini yaitu industri berdasarkan bahan baku tepatnya industri ekstraktif. Untuk mengenal gologan industri yang satu ini, mari simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Industri Ekstraktif

Industri ekstraktif adalah sebuah kegiatan industri yang mengambil bahan baku dari alam secara langsung. Industri ekstraktif adalah industri yang paling mendasar. Industri ekstraktif mampu dioleh oleh perorangan. Industri ekstraktif ini banyak terdapat di Indonesia, terlebih kekayaan alam Indonesia yang berlimpah ruah.

Masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang mendunia sebagai bahan baku industri. Dengan kekayaan yang bermacam- macam maka jenis industri di Indonesia bisa mermacam-macam.

Dampak industri ekstraktif sendiri sudah sangat diketahui. Sejak dekade 1990an, dunia dipenuhi dengan berbagai studi kasus dan analisis yang lebih luas tentang industri ini. Kulminasinya adalah pada Extractive Industries Review yang diselenggarakan pada tahun 2004.

Laporan kegiatan tersebut, Striking a Better Balance, menunjukkan bahwa industri migas dan tambang hingga periode tersebut telah menimbulkan ketimpangan dalam risiko dan manfaat. Risiko terbesar ditanggung oleh mereka yang berada di tempat di mana sumberdaya alam diambil (masyarakat dan negara), sementara manfaat terbesar dinikmati oleh mereka yang mengambilnya (perusahaan dan investor).

Secara umum, kondisi ekonomi suatu wilayah yang menjadi lokasi industri ekstraktif mengikuti fase industri ekstraktif: eksplorasi, konstruksi, operasi, pasca-operasi. Ketika eksplorasi, manfaat ekonomi yang timbul sangat kecil, karena perusahaan hanya mencari sumberdaya alam yang hendak dimanfaatkannya.

Belum tentu ada penemuan sumberdaya tersebut (sebuah eksplorasi migas biasanya memiliki success factor di bawah 10%) dan bila ditemukan belum tentu juga layak secara teknis dan finansial untuk dilanjutkan ke fase berikutnya. Lantaran kondisi ini, maka perusahaan hampir-hampir tidak memberikan manfaat ekonomi apapun kepada wilayah/negara di mana eksplorasi dilakukan.

Namun, apabila ditemukan sumberdaya alam yang dicari dan secara teknis mungkin dieksploitasi dan eksploitasinya diperhitungkan mendatangkan keuntungan ekonomi, maka perusahaan akan masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu konstruksi. Tentu, ini dilaksanakan, setidaknya secara ideal, manakala perizinan telah sepenuhnya dimiliki. Pada fase ini, dampak ekonomi membesar.

Peluang ketenagakerjaan meningkat pesat, sebelum turun kembali di fase operasi. Demikian juga, peluang bisnis lokal untuk menjadi pemasok material maupun jasa yang dibutuhkan. Namun, secara agregat, nilai ekonomi fase ini tak besar karena periode yang pendek. Manfaat ekonomi terbesar untuk negara diperoleh pada periode operasi atau eksploitasi, lewat pajak dan penerimaan negara bukan pajak.

 

 

Tujuan Industri Ekstraktif

Industri ekstraktif memiliki beberapa tujuan. Tujuan utama industri ekstraktif sendiri adalah untuk mengolah kekayaan alam agar menjadi barang- barang yang bermanfaat bagi manusia, sehingga bisa dijadikan bermacam- macam produk yang bisa dimanfaatkan. Adapun tujuan dari industri ekstraktif lebih rinci adalah sebagai berikut:

  • Mengolah kekayaan alam menjadi berbagai barang yang bermanfaat
  • Membuka lapangan pekerjaan
  • Menambah keuntungan
  • Menyediakan berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia

Nah, itulah beberapa tujuan diadakannya industri ekstraktif di suatu negara. Industri ekstraktif tidak hanya bermanfaat bagi produsensaja, namun juga bagi berbagai pihak.

Contoh Industri Ekstraktif

Industri ekstraktif merupakan industri yang umum terdapat di suatu negara, khususnya Indonesia. Industri ekstraktif ini merupakan industri yang jumlahnya banyak karena bahan bakunya mengambil langsung dari alam. Adapun beberapa contoh industri ekstraktif antara lain sebagai berikut:

  • Pertanian

Ini merupakan industri yang mengolah dan menghasilkan barang yang mendukung sektor pertanian. Didang yang satu ini bisa dikatakan sebagai tulang punggung dari megara Indonesia. Dimana halini dapat kita lihat dari sebagian besar penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai petani.

Alam yang mendukung membuat kegiatan pertanian bisa mudah dikembangkan di Indonesia. Sektor ini diyakini merupakan sebuah jalan keluar dalam mengatasi masalah kemiskinan. Namun sekarang hanya kegiatan di lahan yang dipandang penting dan dikembangkan, seperti proses pengadaan bahan dan budidaya. Di samping itu dapat dilihat terdapat sebuah bagian yang berperan penting membantu sektor pertanian untuk berkembang, yaitu sebuah industri pertanian.

  • Perkebunan

Merupakan segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai; mengolah, dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.

Tanaman yang ditanam bukanlah tanaman yang menjadi makanan pokok maupun sayuran untuk membedakannya dengan usaha ladang dan hortikultura sayur mayur dan bunga, meski usaha penanaman pohon buah masih disebut usaha perkebunan. Tanaman yang ditanam umumnya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, antara kurang dari setahun hingga tahunan.

  • Perhutanan

Merupakan suatu praktik untuk membuat, mengelola, menggunakan dan melestarikan hutan untuk kepentingan manusia. Industri hasil kehutanan juga merupakan industri ekstraktif karena bahan bakunya yang berupa kayu diambil dari alam.

  • Perikanan

Ini bisa juga disebut dengan industri penangkapan ikan adalah industri atau aktivitas menangkap, membudi dayakan, memproses, mengawetkan, menyimpan, mendistribusikan, dan memasarkan produk ikan. Istilah ini didefinisikan oleh FAO, mencakup juga yang dilakukan oleh pemancing rekreasi, nelayan tradisional, dan penangkapan ikan komersial.

Baik secara langsung maupun tidak langsung, industri perikanan (mulai dari penangkapan/budidaya hingga pemasaran) telah menghidupi sekitar 500 juta orang di negara berkembang di dunia.

  • Peternakan

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.

Berdasarkan ukuran hewan ternak, bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci, dan lain-lain.

  • Pertambangan

Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum,eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.

Pertambangan yaitu suatu kegiatan yang dilakukan dengan penggalian ke dalam tanah (bumi) untuk mendapatkan sesuatu yang berupa hasil tambang. Pertambangan memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Menjamin efektifitas pelaksanaan dan pengendalian kegiatan usaha pertambangan secara berdaya guna, berhasil guna, dan berdaya saing.
  • Menjamin manfaat pertambangan mineral dan batubara secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup.
  • Menjamin tersedianya mineral dan batubara sebagai bahan baku dan/atau sebagaisumber energi untuk kebutuhan dalam negeri.
  • Mendukung dan menumbuhkembangkan kemampuan nasional agar lebih mampu bersaing di tingkat.
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, daerah, dan negara, serta menciptakan lapangan kerja untuk sebesar
    besarnya kesejahteraan rakyat.
  • Menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.

Manfaat Industri Ekstraktif bagi Negara

Industri memiliki banyak manfaat bagi negara, termasuk juga industri ekstraktif ini. Industri ekstraktif ini memiliki banyak manfaat bagi negara antara lain sebagai berikut:

  • Menambah devisa negara
  • Memajukan potensi pengusaha dalam negeri
  • Menambah keuntungan negara
  • Membuka lapangan pekerjaan
  • Mengurangi jumlah pengangguran

Dari artikel di atas dapat kita simpulkan bahwa industri ekstraktif juga memiliki manfaat bagi negara bila dikelola dengan benar. Akan tetapi suatu isdustri juga bisa menjadi suatu hal yang menakutkan bila ditangani dengan tidak benar. Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda di bidang industri, tepatnya pada industri ekstraktif. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya.

Related Posts