Kucing memang salah satu hewan peliharaan yang paling banyak dipelihara oleh manusia. Ada banyak bagian dari kucing yang membuatnya tampak lucu dan disukai banyak orang. Misalnya saja bagian kumis, ekor dan matanya. Selain lucu ternyata terdapat bagian kucing yang wajib untuk anda pahami. Jika anda seoerang penyuka kucing, tentu hal memahami mood (keinginan) kucing sangatlah penting.

Untuk itu anda harus memahami beberapa gerakan dari ekor kucing, mengapa begitu? Karena Ekor kucing merupakan salah satu anatomi yang mengisyaratkan keadaan (emosi) kucing. Selain menjadi fungsi vital dalam menjaga keseimbangan tubuh, ekor juga bisa menunjukkan emosi pada kucing. Seperti halnya kucing sedang mengalami kesedihan, ketakutan, marah dan senang.

Fungsi Ekor Kucing

Ekor kucing adalah indikator (hal yang sangat berpengaruh) terbaik untuk memahami karakter kucing. Dengan mengetahui fungsi ekor serta kebiasaanya yang kucing lakukan, anda dapat dengan mudah memahami kucing. Untuk itu terdapat beberapa fungsi ekor pada kucing.

  • Sebagai Komunikasi

Bagaimana bisa ekor kucing berfungsi sebagai komunikasi, sementara kucing mempunyai mulut dan tidak bisa bicara. Komunikasi yang dimaksud ialah melalui bahasa isyarat. Artinya tidak harus dengan suara atau mulut, tetapi hanya dengan ekor saja sang kucing telah memberikan tanda-tanda tertentu.

Ekor tegak berdiri : Dengan ekor tegak berdiri ke atas menunjukkan bahwa kucing tersebut sedang merasa senang. Kucing yang menyambut pemiliknya dengan ekor berdiri tegak keatas sesunggguhnya sedang menyatakan rasa senangnya bertemu dengan sang pemilik. Ekor berdiri ditekuk seperti tanda tanya : Kucing sedang merasa senang, siap dan ingin mengajak bermain main.

Ekor lurus dan merendah: Kucing merasa dalam keadaan waspada dan siap menyerang sewaktu waktu. Walaupun demikian, beberapa ras kucing tertentu seperti kucing persia suka memposisikan ekornya merendah tanpa alasan yang jelas. Ekor diselipkan dibawah badan diantara dua kaki : Kucing merasa pasrah, takut dan gugup.

Ekor tegak berdiri dengan rambut (bulu) mengembang : Kucing merasa terancam sehingga berusaha menakut nakuti lawannya dengan membuat bulunya berdiri supaya tubuh nya kelihatan lebih besar. Menggerakkan ekornya seperti sedang memukul mukul lantai: Kucing merasa terganggu, tidak nyaman dan ada kemungkinan akan menyerang. Mengibas ngibaskan ekor kekiri kekanan dengan lambat: Kucing sedang memusatkan perhatiannya pada satu objek (misalnya sedang mengincar tikus).

  • Sebagai Penyeimbang

Sebagai alat keseimbangan, ekor dianggap membantu kucing menyeimbangkan diri ketika kucing harus berjalan pada tempat yang sempit atau ketika kucing jatuh dari ketinggian dengan cara merubah rubah posisi ekornya.

Akan tetapi anggapan ini masih banyak diragukan karena pada kenyatannya banyak kucing yang ekornya pendek, menekuk dan bahkan tidak mempunyai ekor (seperti ras kucing manx) juga bisa hidup normal dan berjalan di tempat yang sempit atau menyeimbangkan diri ketika jatuh. Ekor pada kucing berfungsi juga sebagai penyeimbang, sama seperti fungsi ekor hewan yang lainnya berkaki empat. Oleh sebab itu, ekor sangat penting untuk kucing, terutama kucing liar untuk berpetualang di alam yang bebas.

  • Sebagai Pelindung Anus

Selain berfungsi sebagai alat keseimbangan dan komunikas, ternyata ekor kucing juga sangat berfungsi sebagai alat perlindungan bagian anus kucing. Ekor kucing yang cukup panjang berfungsi untuk melindungi anus kucing. Mengapa begitu? Karena hewan bukan mempunyai tubuh selayaknya manusia yang berdiri.

Akan tetapi hewan yang berkaki empat selalu berjalan dengan semua kakinya. Intinya yakni anus kucing akan terlihat begitu saja jika tanpa adanya ekor. Lalu, dengan tidak adanya ekor maka kucing akan lebih sering terluka. Karena tanpa ekor maka anus tersebut terus tergesek di tanah. Padahal kucing selalu mengguling-gulingkan tubuhnya di tanah.

  • Sebagai Penghangat

Pernahkan anda melihat kucing yang sedang tidur pulas dan disertai dengan ekornya yang melingkar ketubuhnya. Nah Fungsi lain dari ekor kucing adalah untuk menghangatkan tubuhnya. Ketika keadaan dingin, lihatlah bahwa kucing lebih sering berposisi melingkar dengan ekornya. Semua itu karena ekor kucing sangat berpengaruh pada dirinya di kala dingin.

Kucing biasa menggunakan berbagai pertanda (postur tubuh, raut muka dan suara) untuk menyampaikan pesan. Memahami bahasa tubuh kucing akan mempererat ikatan batin kita dengan kucing. Meski agak rumit untuk memahaminya dan bahkan banyak dari pecinta kucing yang belum memahami bahasa yang kucing lakukan dengan menggunakan ekor sebagai sinyalnya.

Namun dengan menatap mata kucing bisa membantu memperat hubungan dan membaca perasaannya. Hanya saja, berhati-hatilah karena tatapan mata langsung tanpa berkedip bisa diartikan sebagai posisi menyerang sehingga kucing merasa tidak nyaman.

Karakteristik Kucing

Kucing menjadi hewan yang banyak dipelihara oleh manusia. Hewan yang biasanya dijadikan peliharaan ini bisa dari berbagai jenis, tergantung pada kesukaan anda untuk memilih jenis kucing apa yang disukai. Nah dibawah ini terdapat ciri-ciri kucing.

  1. Hewan mamalia.
  2. Berkembang biak dengan melahirkan.
  3. Dapat melahirkan 3-4 anak.
  4. Memiliki banyak jenis, sekitar 152 atau bahkan bisa lebih jenis ras kucing.
  5. Memiliki kelenjar susu.
  6. Memiliki sepasang mata yang tajam.
  7. Memiliki warna bulu yang beragam (putih-coklat, putih-oranye, dll).
  8. Memiliki sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang.
  9. Memiliki cakar yang tajam.
  10. Memiliki gigi taring yang tajam.
  11. Memiliki ekor yang panjang (terkadang ada yang pendek)
  12. Memiliki sepasang telinga yang runcing.
  13. Memiliki pendengaran yang tajam.
  14. Memiliki hidung yang berwarna pink dan coklat kehitaman.
  15. Dapat dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Keistimewaan Kucing

Banyak keistimewaan yang dimiliki oleh kucing. Bahkan keistimewaan kucing ini melebihi manusia. Pertama Pada kulit kucing, terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit.

Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Nah untuk keistimewaan yang kedua, dilakukannya penelitian terhadap kucing. Dari beberapa kucing yang memiliki perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

  • Hasil Penelitian Yang Didapatkan :

Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. Dan perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negative sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut. Bahkan cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.

Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan. Inilah yang membuat kucing begitu istimewa bagi manusia.

Fakta Menarik Mengenai Kucing

Kucing selalu menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Ketika mereka berhenti dan menatap sesuatu di kejauhan, mereka akan mendengarkannya. Bahkan ketika si kucing sedang tidur siang, mereka masih waspada terhadap lingkungan mereka. Selain itu terdapat beberapa fakta lain yang wajib untuk anda ketahui. Apa saja itu? Berikut ulasannya:

1. Kucing Bisa Tidur Hingga 20 Jam

Kucing menghabiskan waktu 14 hingga 20 jam setiap harinya untuk tidur. Mereka jarang sekali mengedipkan mata, rata-rata hanya dua kedipan per jam atau 40 kali kedipan per hari. Tidur yang cukup panjang ditengarai menjadi alasan mengapa seekor kucing bisa berumur panjang hingga menembus 30 tahun.

2. Ucapan Sayang Lewat Kedipan Mata

Seekor kucing yang memberi salam kucing lain atau orang yang ditemuinya dengan kedipan mata perlahan menunjukkan kucing tersebut sedang mengatakan “sayang”. Tahukan anda dalam bahasa kucing, jika ada kucing mengerdipkan mata secara perlahan merupakan cara menyampaikan pesan bahwa kucing tersebut “percaya” pada kucing lain (atau orang lain) yang dihadapinya. Dengan berkedip pelan pada kucing akan sama dengan berkata bahwa kita bukanlah ancaman buat kucing tersebut. Jadi kalau menemui kucing yang berkedip pada kita, balaslah dengan kedipan juga.

3. Mahir Memanipulasi

Tahukah anda bahwa kucing sangat pandai bersandiwara. Bagi anda pecinta kucing, pernah merasa kalo kucing anda seperti memohon ketika minta makanan? Ternyata kucing dapat cepat beradaptasi dengan manusia. Hal itu membuatnya mengerti kalo manusia itu menyayangi dirinya atau enggak. Dengan begitu, kucing akan bisa dengan mudah mengatur vokalnya untuk menciptakan suara melemas ketika hendak meminta makanan atau mencari perhatian dari manusia. Pernah tertipukah anda?

4. Walaupun Cuek, Kucing Merupakan Hewan Perasa

Kucing dikenal sebagai hewan yang cuek. Cobalah memanggilnya, dia pasti tidak menengok ke arah anda. Padahal mereka sudah mengenal nama mereka sejak tiga minggu setelah pemiliknnya memberikan mereka nama. Namun jangan salah, kucing merupakan hewan yang perasa.

Nah, faktanya mereka dapat merasakan perubahan suasana hati pemiliknya. Bahkan telah ada penelitian yang dilakukan oleh Moriah Galvan dan Jennifer Vonk dari Universitas Oakland, Michigan, Amerika Serikat. Dari penelitiannya, diindikasikan bahwa kucing bisa membaca ekspresi muka manusia bahkan kucing bisa memahami emosi manusia lebih dari yang diperkirakan.

5. Kucing Meningkatkan Kesehatan Manusia

Mungkin anda juga pernah mendengar kabar, bahwa memelihara kucing berbahaya karena dapat menularkan penyakit tokso, asma, alergi bahkan radang kulit. Bahkan kucing dapat menyebabkan kemandulan, keguguran dan cacat pada bayi saat lahir. Namun, di balik itu semua itu kucing juga memberikan manfaat bagi kesehatan manusia.

Dengan memelihara kucing juga dapat meningkatkan kesehatan psikologis, yaitu mampu memberikan dukungan emosional dan meghilangkan perasaan depresi, kecemasan dan kesepian. Telah ada studi yang mengatakan bahwa manusia yang memelihara kucing dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Jika anda ingin memahami hewan peliharaan anda (kucing) , cobalah perhatikan ekor kucing dengan baik. Karena seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa pada bagian ekor kucing terdapat sinyal yang mengisaratkan emosi (mood) kucing tersebut. Nah, untuk itu demikianlah informasi mengenai fungsi ekor kucing. Semoga ulasan diatas memberi manfaat bagi pembaca.

Related Posts